Tiongkok Berikan Rp 20 Juta Bagi Penduduk yang Terinfeksi Virus Corona

Pemerintah Tiongkok membebaskan biaya pemeriksaan medis bagi penduduknya dan menyiapkan dana segar untuk pemerintah daerah menangani virus corona.
Image title
27 Februari 2020, 15:35
tiongkok, virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter
Ilustrasi, awak media diperiksa suhu badannya sebelum menghadiri konferensi pers terkait penularan virus corona baru di Beijing, Tiongkok, Minggu (26/1/2020). Pemerintah Tiongkok sampai menawarkan hadiah bagi warganya yang mau melaporkan kasus Covid-19

Pemerintah Kota Qianjiang, Tiongkok, akan memberikan 10 ribu yuan atau sekitar Rp 20 juta bagi penduduk yang secara sukarela melaporkan gejala dan terkonfirmasi virus corona. Namun tawaran itu tidak berlaku bagi penduduk yang telah terdiagnosa.

Dilansir dari Reuters pada Kamis (27/2), Pemerintah Kota Qianjiang juga akan membayar 1.000 yuan atau Rp 2 juta bagi penduduk yang tidak segera dikarantina. Selain itu, penduduk yang dicurigai terinfeksi virus corona akan diberikan 2.000 yuan atau setara Rp 4 juta. Salah satu kota yang terletak di Provinsi Hubei itu telah menerima 197 laporan terkait virus Covid-19.

Di sisi lain Provinsi Hubei, Pemrintah Kota di distrik Wuhan dan Huangguang juga memberikan hadian uang untuk penduduknya yang mau melakukan pengecekan medis. Hadiah yang ditawarkan lebih rendah, hanya sebesar 500 yuan atau setara Rp 100 ribu.

Media di Provinsi Jiangxi dan Hebei juga melaporkan pemerintah daerah tersebut menawarkan uang tunai sekitar 300-500 yuan atau setara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta bagi penduduknya yang melaporkan kasus virus corona. Pemerintah Tiongkok dengan tegas menyatakan penduduk yang menunjukkan gejala mengidap virus corona bisa langsung melakukan pemeriksaan medis tanpa dipungut biaya.

Advertisement

(Baca: AS Mulai Uji Coba Obat Virus Corona ke Pasien)

Pemerintah Negeri Panda juga menyiapkan dana untuk membantu pemerintah daerah menangani epidemik tersebut. Dengan begitu, tidak ada masalah finansial yang bisa mencegah warganya melakukan tes virus corona.

Pemerintah Provinsi Hubei, pusat epidemik virus corona, mencatat lebih dari 65 ribu kasus dengan korban tewas menembus 2.600 jiwa. Secara global, jumlah kematian akibat virus Covid-19 telah mencapai 2.800 jiwa dan sekitar 80 ribu orang terinfeksi virus tersebut.

Di luar Tiongkok, kasus baru virus corona terus bertambah. Hingga kini, ada empat negara melaporkan temuan kasus pertamanya yaitu Algeria, Austria, Kroasia, dan Swiss.

Algeria menjadi negara pertama di regional Afrika yang melaporkan kasus pertama infeksi virus corona. Dengan demikian, kasus virus corona telah teridentifikasi di 37 negara di luar Tiongkok.

(Baca: Corona dan Empat Risiko Lain Mengancam Kejatuhan Ekonomi Global)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait