Meleset dari Target Luhut, Pertamina: 1 Juta BOPD Tercapai pada 2026

Image title
26 Februari 2020, 11:24
luhut binsar pandjaitan, pertamina, produksi migas
Donang Wahyu|KATADATA
Kantor pusat Pertamina di Jakarta. Pertamina menyebut produksi 1 juta bopd bisa tercapai pada 2026.

Pertamina tak dapat memenuhi produksi minyak 1 juta barel per hari (bopd) seperti yang ditargetkan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada 2025. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memproyeksikan target tersebut dapat terealisasi pada 2026.

Nicke beralasan target 1 juta bopd pada 2026 sudah disesuaikan dengan beroperasinya enam proyek kilang perseroan. Proyek kilang baru dan pengembangan tersebut bakal meningkatkan kapasitas kilang Pertamina dari  1 juta bopd menjadi 2 juta bopd.

“Karena kilang yang kami bangun mulai berproduksi, dan itu perlu tambahan pasokan minyak mentah,” ujar Nicke di Jakarta pada Selasa (26/2).

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya bakal memperbanyak pengeboran sumur dan seismik untuk menemukan sumber cadangan baru. Selain itu, perseroan bakal menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan-lapangan tua.

(Baca: Pertamina Gandeng Repsol Cari Cadangan Migas di Blok Arakundo Aceh)

"Direktur Hulu dan SKK Migas sedang mendetailkan kembali teknologi yang dapat kami gunakan untuk menambah produksi," kata Nicke.

Sebelumnya Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu menyatakan akan menggenjot produksi minyak  di beberapa sumur yang telah ada guna merealisasikan target 1 juta bopd. Perusahaan juga akan mengakselerasi program-program pengeboran untuk mendapatkan potensi cadangan migas.

"Kami sedang berinteraksi dengan tim SKK Migas untuk memetakan semua potensi sehingga dapat memenuhi target," ujar Dharmawan.

(Baca: Pertamina Tunggu Tawaran Aramco untuk Kilang Cilacap hingga Maret 2020)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait