Wiranto Sebut Indonesia Siaga Darurat Cegah Penyebaran Virus Corona

Ketua Watimpres Wiranto menyebut hingga saat ini belum ada kasus terdeteksi virus corona di Indonesia.
Dimas Jarot Bayu
17 Februari 2020, 15:31
wiranto, virus corona
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto (tengah) bersama Anggota Wantimpres (dari kiri) Agung Laksono, Putri Kuswisnu Wardani, Muhamad Mardiono dan Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto (kanan) menyampaikan keterangan pers usai menggelar rapat pembahasan perkembangan virus Corona (COVID-19) di kantor Wantimpres, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto menilai antisipasi penyebaran virus corona di Indonesia sudah pada tahap siaga darurat. Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus tersebut.

Wiranto mengatakan salah satu caranya dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap wabah virus corona. Dengan begitu, Wiranto berharap penyebaran virus bernama Covid-19 tak meluas di Indonesia.

“Kita hindari status tanggap darurat. Jadi intinya meminta partisipasi masyarakat agar virus ini tidak menyebar,” kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (17/2).

Lebih lanjut Wiranto menyebut hingga saat ini belum ada kasus positif mengidap Covid-19 di Indonesia. Hal senada disampaikan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto yang menyebut pihaknya telah memeriksa 104 spesimen dari 39 rumah sakit di 19 provinsi dan tak menemukan satupun positif virus corona.

Advertisement

“Sehingga alhamdulillah sampai sekarang negatif yang terjangkit virus corona,” kata Yurianto.

(Baca: Korban Tewas Corona 1.770 Orang, Tiongkok Batasi Lalu Lintas Warga)

Kementerian Kesehatan sendiri terus memantau secara aktif orang-orang yang memiliki gejala dan riwayat kontak dengan terduga pengidap virus corona. Selain itu, pemerintah memperkuat pengawasan di bandara dan pelabuhan.

“Sistem ini yang kami kuatkan seperti deteksi suhu tubuh, pemberian health alert card, dan siapapun yang lintas batas dari Tiongkok ke Indonesia,” kata Yurianto.

Hingga Senin (17/2), korban meninggal akibat kasus Covid-19 di Tiongkok mencapai 1.770 orang. Angka itu meningkat 105 orang dibanding hari sebelumnya dengan jumlah kasus baru mencapai 2.048. 

Dengan tambahan kasus baru tersebut, secara total jumlah kasus corona di Negeri Panda yang dilaporkan mencapai 70.548. Lebih dari 94% kasus baru berada di provinsi Hubei, wilayah yang diduga menjadi pusat konsentrasi wabah. 

Sedangkan di luar Tiongkok, ada lima korban meninggal akibat virus corona, antara lain berasal dari Taiwan, Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Perancis. Dengan demikian, total meninggal dunia akibat corona mencapai 1.775 orang.

(Baca: Virus Corona Ancam Pariwisata, Jokowi Beri Turis Diskon 30 Persen )

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait