Tak Terkendala Rig, PHE Optimistis Mampu Mengebor 6 Sumur Eksplorasi

PHE sempat merevisi target investasi tahun lalu karena tidak mendapatkan rig untuk mengebor sumur eksplorasi.
Image title
5 Februari 2020, 12:10
pertamina, eksplorasi migas
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi, kegiatan migas di lepas pantai. Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana mengebor enam sumur eksplorasi pada tahun ini.

Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana mengebor enam sumur eksplorasi pada tahun ini. Sebab, perusahaan telah menyediakan rig agar kegiatan tersebut bisa berjalan sesuai rencana.

Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar mengatakan perusahaan akan mengebor sumur eksplorasi di Blok North Sumatera Offshore (NSO) sebanyak dua sumur, Blok Nunukan sebanyak dua sumur, Blok Angursi satu sumur, dan Blok Offshore Southeast Sumatra (OSES) sebanyak satu sumur.

PHE akan memulai pengeboran eksplorasi di Blok Nunukan pada Maret 2020. Sedangkan pengeboran di Blok OSES akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

PHE telah memesan rig dan memproses perizinan untuk kegiatan tersebut. "Kalau yang di Blok Nunukan itu sekarang sudah ada (rig), tinggal proses izinnya saja. Kalau di NSO lagi pengadaan rig," kata Abdul saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (4/2).

Advertisement

(Baca: Target 1 Juta Barel Maju Jadi 2025, Pertamina Akselerasi Pengeboran)

PHE memastikan rig tersedia sebelum memulai pengeboran. Pasalnya, kegiatan eksplorasi tahun lalu terhambat karena perusahaan gagal mendapatkan rig.

Anak usaha Pertamina ini pun harus mengubah rencana pengeboran menjadi reparasi sumur atau kerja ulang pindah lapisan (KUPL) yang akhirnya berpengaruh pada investasi tahun lalu. PHE yang awalnya menargetkan investasi 2019 mencapai US$ 455 juta, merevisi target tersebut menjadi US$ 366 juta karena ketiadaan rig di pasaran.

Sedangkan pada tahun ini, PHE menargetkan investasi sebesar US$ 543 juta atau Rp 7,6 triliun (kurs Rp 14.100/US$). Dengan investasi tersebut, perusahaan berharap dapat mencapai lifting migas sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 sebesar 84 ribu barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 822 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

(Baca: Luhut Minta Ahok Kawal Target Produksi Minyak 1 Juta Barel di 2025)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait