Mahfud MD: Karantina WNI di Natuna Tak Bahayakan Masyarakat Setempat

Mahfud MD menegaskan pemerintah telah berupaya menekan penyebaran virus corona.
Image title
4 Februari 2020, 11:26
Mahfud MD, virus corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi, Menkopolhukam Mahfud MD berada di geladak heli KRI Semarang-594 saat akan mengikuti joy sailing di Faslabuh Ranai, Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (15/1/2020). Mahfud MD meminta masyarakat tidak khawatir terhadap mewabahnya virus corona.

Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan karantina Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok di Natuna tidak membahayakan masyarakat setempat.Sebab, pemerintah telah berusaha menekan risiko penyebaran virus corona.

Selain itu, skema pemulangan WNI telah diperhitungkan dengan matang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir.

"Itu dilakukan dengan akurat, tidak membahayakan masyarakat Natuna," kata Mahfud di Jakarta, Selasa (4/2).

Menurut dia, masyarakat Natuna salam paham terkait dengan skema karantina WNI dari Tiongkok lantaran terlambatnya informasi yang diberikan oleh pemerintah. Hal itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang tinggal di Natuna.

Advertisement

Selain itu, semua WNI yang dipulangkan dari Tiongkok dipastikan dalam kondisi sehat. Namun, prosedur karantina harus tetap dilaksanakan sesuai standar kesehatan internasional.

(Baca: Korban Corona Terus Bertambah, Ini Beda Wabah, Epidemi, dan Pandemi)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjamin masyarakat yang dikarantina dalam kondisi sehat. Dia pun telah bertemu langsung dan memastikan mereka dalam kondisi sehat.

Menurutnya, keresahaan warga setempat timbul karena komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak terjalin dengan baik. "Saya menjaminkan badan saya, karena itu saya ada di garda terdepan. Saat di pesawat saya yang pertama masuk, menyapa warga sehat yang datang di Natuna," kata dia.

Jumlah korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di Tiongkok pada Senin (3/2) bertambah menjadi 361 orang. Sedangkan jumlah korban yang positif terinfeksi virus corona di Negeri Panda tersebut mencapai 17.205 orang. 

Menurut laporan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (China’s National Health Commission) pada Senin (3/2), ada tambahan korban meninggal sebanyak 57 orang, dan 2.829 kasus baru infeksi virus corona. Komisi kesehatan Pemerintah Provinsi Hubei melaporkan ada 2.103 kasus positif virus corona baru dan 56 korban meninggal. Sehingga total korban meninggal di provinsi yang menjadi lokasi awal beredarnya virus menjadi 350 orang dan 11.177 orang lainnya terinfeksi. 

(Baca: Jokowi Minta Ada Skenario Waspadai Virus Corona)

Beberapa negara lainnya melaporkan adanya penambahan kasus positif virus corona yaitu Jepang bertambah tiga  kasus baru dengan  total 20 orang, Korea Selatan tiga kasus dengan total 15 orang, Vietnam satu kasus dengan total tujuh orang, Singapura dua kasus dengan total 18 orang, Filipina satu kasus dengan total dua orang, India satu kasus dengan total dua orang, Jerman satu kasus dengan total delapan orang, dan Uni Emirat Arab satu kasus dengan total lima orang. 

Untuk mengantisipasi penyebaran virus lebih lanjut, semakin banyak negara menghentikan sementara transportasi dari dan menjuju Tiongkok. Terbaru, pemerintah Rusia menutup rute kereta api Moskow – Beijing sampai pemberitahuan selanjutnya. 

Sedangkan Indonesia akan mulai menghentikan perjalanan dari dan menuju Tiongkok pada Rabu (5/2) pukul 00.00. Pemerintah juga melarang pendatang asal Tiongkok yang menetap di sana lebih dari 14 hari terakhir, masuk ke Indonesia.

(Baca: Korban Virus Corona Bertambah, 425 Meninggal & 20.438 Orang Terinfeksi)

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait