TNI Pantau Kapal Pukat Harimau Tiongkok Mencuri Ikan di Laut Natuna

TNI berusaha mengusir kapal Tiongkok dari Perairan Natuna dengan cara persuasif.
Image title
Oleh Antara
5 Januari 2020, 19:21
TNI, Tiongkok, natuna
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1 Laksamana Madya TNI Yudo Margono menunjukkan pergerakan kapal nelayan asing melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu (4/1/2020).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyatakan kapal nelayan Tiongkok mencuri ikan dengan menggunakan pukat harimau di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Padahal pemerintah melarang penggunaan pukat harimau melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.

"Dari pantauan udara, mereka memang nelayan Tiongkok yang menggunakan pukat harimau dengan ditarik dua kapal," kata Pangkogabwilhan I dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL, di Tanjungpinang, Kepri, Minggu (5/1).

Terakhir kali nelayan Tiongkok menggunakan pukat harimau di laut Natuna sekitar 2016 silam. Saat itu, TNI menangkap dua kapal negara tirai bambu tersebut.

Sejak penangkapkan itu, lanjutnya, tak ada lagi nelayan Tiongkok yang berani menangkap ikan di Natuna. "Bahkan aktivitas nelayan mereka kini didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu pengawas perikanan Tiongkok," ujarnya.

Advertisement

(Baca: Mahfud MD Sebut Pemerintah Terus Perkuat Patroli di Perairan Natuna)

Sejauh ini, TNI telah meminta kapal penjaga pantai Tiongkok membawa nelayannya meninggalkan perairan Natuna. Jika sesuai aturan yang berlaku, nelayan Tiongkok seharusnya ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sedangkan kapal penjaga pantai memang hanya diusir keluar dari perairan Indonesia. "Tapi kami upayakan damai. Meminta mereka keluar dengan sendirinya, di samping upaya negosiasi juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Tiongkok," ujarnya.

Yudo menambahkan TNI juga telah menggelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Natuna. Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal Tiongkok betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut," katanya.

(Baca: TNI Tambah Empat Armada Usir Kapal Tiongkok yang Bertahan di Natuna)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait