Jokowi Perintahkan Buka Akses ke Wilayah Terdampak Bencana di Bogor

Jokowi ingin desa-desa di Bogor yang terdampak banjir dan longsor bisa segera mendapatkan bantuan.
Image title
5 Januari 2020, 15:57
Jokowi, bencana alam, banjir
ANTARA FOTO/Agus Alfian
Ilustrasi, seorang anggota Polsek Entikong memasang papan peringatan di lokasi jalan lintas negara yang mengalami retak akibat tanah longsor di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (26/12/2019). Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera membuka akses jalan wilayah yang terdampak longsor dan banjir di Bogor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi agar akses jalan menuju Kecamatan Sukajaya, Bogor, yang tertutup akibat bencana alam segera dibuka. Instruksi tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau lokasi banjir dan longsor dari udara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan instruksi Jokowi tersebut diberikan kepada pihaknya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

"Presiden memberikan instruksi kepada kami untuk melakukan berbagai upaya agar secepatnya akses ke desa-desa yang terisolir segera terbuka sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” kata Doni melalui keterangan siaran resmi pada Minggu (5/1).

Jokowi bersama rombongan berangkat hari ini menuju lokasi longsor dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Rombongan yang terdiri dari tiga helikopter lepas landas dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, pada pukul 08.15 WIB.

Pada pukul 08.30 WIB, dua helikopter yang ditumpangi oleh perangkat kepresidenan dan membawa bantuan logistik untuk pengungsi berhasil mendarat terlebih dahulu di helipad Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya.

(Baca: Jokowi Diminta Wajibkan Pemda Buat Rencana Penanggulangan Bencana)

Pada saat akan mendarat, cuaca berubah sangat ekstrem dan berkabut tebal sehingga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang yang tidak memenuhi standar penerbangan. Ditambah kondisi sekitar yang merupakan daerah perbukitan, pilot helikopter yang membawa Presiden, Letkol Pnb Yosep Frits pun memutuskan untuk tidak mendarat.

Pilot helikopter sempat menunggu perubahan cuaca sambil memutari daerah tersebut. Namun, kabut semakin tebal dan akhirnya pilot memutuskan untuk kembali ke Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja dan tiba pada pukul 09.05 WIB.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, atas perintah Presiden, Menteri PUPR langsung menuju Kecamatan Sukajaya melalui jalur darat untuk memastikan peralatan berat berfungsi optimal sehingga akses menuju dan ke Kecamatan Sukajaya dapat dibuka.

Berdasarkan informasi dari Kementerian PUPR, terdapat enam desa di Kecamatan Sukajaya terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang.

Menteri PUPR juga telah mengirimkan enam alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya yang terdiri dari execavator, loader, dan buildozer. Adapun, bantuan Presiden disampaikan secara simbolis oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada pengungsi dan Camat Sukajaya.

Advertisement

(Baca: Raih Bantuan, Tito Minta Daerah Pertimbangkan Status Tanggap Darurat)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait