Hubungan AS-Iran Memanas, Menteri BUMN Antisipasi Naiknya Harga Minyak

Menteri BUMN punya cara mengantisipasi kenaikan harga minyak, yaitu membeli minyak langsung dari perusahaan migas dan program B30.
Image title
5 Januari 2020, 14:58
Erick Thohir, BUMN, Harga Minyak, Amerika Serikat, Iran, Pertamina
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Erick mengaku punya cara mengantisipasi kenaikkan harga minyak setelah hubungan Amerika Serikat dan Iran terus memanas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir punya cara mengantisipasi naiknya harga minyak setelah hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas. Apalagi, Pertamina baru saja menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Erick mengatakan ekonomi dunia sangat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah telah mengantisipasi hal tersebut dengan beberapa langkah, seperti penerapan biodiesel 30% (B30) sehingga ketergantungan dari impor minyak bisa ditekan.

Langkah selanjutnya yaitu mendorong Pertamina untuk membeli langsung minyak mentah dari perusahaan migas sehingga ada biaya yang bisa dipangkas. Dia mencontohkan tender minyak langsung dari AS bisa menurunkan harga sekitar US$ 5-6 per barel.

"Bukan berarti kami mengusir perantara, tapi selama harganya baik, transparan, dan tidak sogok-menyogok, itu kami bisa apresiasi," kata Erick ketika ditemui di Tangerang, Minggu (5/1).

(Baca: Pertamina Turunkan Harga BBM hingga Rp 1.500 per Liter)

Selain itu, Erick juga meminta Pertamina fokus terhadap kerja sama dan pembangunan kilang. Selain itu, pihaknya mendorong Pertamina meningkatkan lifting minyak

Advertisement

"Sumur minyak yang ada di Pertamina juga harus segera dikerjasamakan dengan berbagai pihak, tidak bisa dikontrol sendiri dengan Pertamina,  supaya ada sumber baru untuk minyak," kata Erick.

Adapun, Pertamina baru saja menurunkan harga BBM jenis pertamax, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite. Penurunan harga berlaku mulai Minggu, 5 Januari 2020, pukul 00.00 waktu setempat.

Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Selain itu, penurunan harga juga bervariasi seperti di DKI Jakarta, harga pertamax turun Rp 650 dari semula Rp 9.850 menjadi Rp 9.200 per liter.

Kemudian, pertamax turbo turun Rp 1.300 dari Rp 11.200 menjadi Rp 9.900 per liter. Pertamina Dex mengalami penyesuaian harga sebesar Rp 1.500 dari Rp 11.700 menjadi Rp 10.200 per liter. Harga dexlite turun Rp 700 dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.500 per liter.

(Baca: Harga Minyak Melonjak Akibat Panasnya Tensi Hubungan AS dan Iran)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait