BPH Migas Proyeksi Solar Subsidi Kelebihan Kuota 700 Ribu KL pada 2020

Agar konsumsi solar subsidi tidak over kuota, BPH Migas mengusulkan revisi Perpres Nomor 191/2014
Image title
30 Desember 2019, 15:19
BPH Migas, solar subsidi
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Ilustrasi, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa di Untan Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (25/10/2019). BPH Migas memproyeksi konsumsi solar subsidi tahun depan bakal lebih besar dari kuota APBN 2020 sebesar 800 ribu KL.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) M.Fanshurullah Asa menyatakan konsumsi solar subsidi pada tahun depan bakal lebih besar dari kuota dalam APBN 2020 sebanyak 800 ribu kiloliter (KL).  Dia memperkirakan over kuota solar subsidi pada 2020 mencapai 700 ribu kilo liter (KL).

Proyeksi tersebut berdasarkan realisasi konsumsi solar subsidi yang cukup tinggi pada tahun ini. Konsumsi solar subsidi pada 2019 telah menyentuh angka 16 juta KL atau lebih besar 1,5 juta KL dari kuota yang ditetapkan APBN tahun ini sebesar 14,5 juta KL.

"Mengacu pada asumsi ekonomi dan realisasi 2019, bakal terjadi potensi over kuota lagi pada 2020," ujar Fansrullah di Gedung BPH Migas, Senin (30/12).

(Baca: Kementerian ESDM Proyeksi Tambahan Solar Subsidi Tahun Ini 1,5 Juta KL)

Besarnya konsumsi solar subsidi terjadi karena pendistribusian yang menyimpang dan penyaluran yang tidak tepat sasaran. Untuk mencegah hal tersebut, Fanshurullah mengatakan pihaknya bakal mendorong pemerintah segera merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM)

BPH Migas mengusulkan agar pemerintah merevisi aturan tersebut terutama mengenai konsumen BBM subsidi. Salah satunya, kendaraan roda enam untuk perkebunan dan pertambangan yang seharusnya tidak memakai BBM subsidi.

Selain itu, kereta api untuk mengangkut barang, kapal bermesin di atas 10 Gross Tonnage (GT), dan pembudidaya ikan kecil kincir juga tidak lagi menggunakan BBM subsidi.  Pihaknya bakal menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam waktu dekat. Dengan begitu, potensi over kuota solar subsidi pada tahun depan dapat dicegah.

(Baca: Menteri Edhy Sebut BBM Bersubsidi untuk Nelayan Rawan Dikuasai Preman)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait