Merdeka Copper Belanja Modal Rp 1,68 Triliun untuk Eksplorasi Tambang

Merdeka Copper menggunakan capex untuk eksplorasi dan pengembangan tambang di Tujuh Bukit dan Pulau Wetar
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
6 Desember 2019, 12:35
Merdeka Copper
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/
Ilustrasi, kegiatan pertambangan. PT Merdeka Copper Gold Tbk telah menyerap belanja modal US$ 120 juta untuk eksplorasi dan pengembangan area tambang.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 120 juta atau setara Rp 1,68 triliun hingga September 2019. Perseroan menganggarkan belanja modal sebanyak US$ 160 juta sepanjang tahun ini.

Sekretaris Perusahaan MDKA Adi M. Soekri mengatakan pihaknya telah menggunakan US$ 60 juta untuk pengembangan Tambang Tujuh Bukit yang dikelola melalui anak usaha PT Bumi Suksesindo (BSI). Tambang tersebut berlokasi di Banyuwangi.

"Kami gunakan untuk membeli alat berat, sebelum itu kami menggunakan kontraktor," ujar Adi di Banyuwangi pada Jumat (6/12).

Perusahaan juga menggelontorkan dana sebesar US$ 20 juta untuk kegiatan pencarian cadangan melalui eksplorasi sumber daya di Tujuh Bukit, Banyuwangi. Setelah itu, US$ 40 juta digunakan untuk pengembangan tambang tembaga di Pulau Wetar, Maluku.

Pada tahun ini, tambang tembaga Wetar ditargetkan memproduksi tembaga sebanyak 18.000 – 20.000 ton tembaga. Tambang Wetar terdiri dari Pit Lerokis dan Pit Kali Kuning dengan cadangan bijih sebesar 3,3 juta ton dengan kadar tembaga 2,81% sebanyak 93.000 ton tembaga. Adapun cadangan sumber daya mineral sebesar 9,8 juta ton dengan kadar tembaga 1,99% yang mengandung sekitar 196.000 ton tembaga.

(Baca: Merdeka Copper Targetkan Studi Tambang Tujuh Bukit Selesai Tahun Depan)

Lebih lanjut Adi mengatakan MDKA akan terus mengoptimalkan aset-aset tambang yang dimiliki perseroan. Selain dua area tambang tersebut, MDKA mengelola dan mengembangkan tambang emas Pani di Gorontalo. MDKA memiliki wilayah eksplorasi sekitar 100  hektar di tambang emas tersebut.

"Kami optimistis dengan aset tambang emas dan mineral yang dimiliki, MDKA akan semakin menempatkan posisinya sebagai perusahaan tambang terkemuka di dunia. Dukungan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadikan value perusahaan juga akan terus meningkat," kata Adi.

Penjualan MDKA hingga September 2019 mencapai 179.643 oz emas dan 262.189 oz perak. Jumlah ini setara dengan penjualan perusahaan sebesar US$ 251,95 juta dari proyek Pertambangan Tujuh Bukit, Banyuwangi. Penjualan dari proyek tembaga di Wetar pada waktu yang sama mencapai 12.804 ton tembaga senilai US$ 77,83 juta.

(Baca: Agar Lebih Likuid, Merdeka Copper Pecah Nilai Saham Rasio 1:5)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait