Bos Pertamina Ingin Tawarkan Skema Baru Proyek Cilacap ke Saudi Aramco

Skema baru yang ditawarkan oleh Pertamina ke Saudi Aramco sama seperti skema kerja sama di kilang Balikpapan.
Image title
26 November 2019, 17:31
Kilang Cilacap. Pertamina ingin menawarkan proyek kilang baru kepada Saudi Aramco jika tak mencapai kesepakatan di proyek kilang Cilacap.
Katadata
Kilang Cilacap. Pertamina ingin menawarkan proyek kilang baru kepada Saudi Aramco jika tak mencapai kesepakatan di proyek kilang Cilacap.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya bakal menawarkan skema baru untuk pembangunan proyek kilang Cilacap kepada Saudi Aramco.  Pasalnya, Pertamina dan Aramco tak kunjung mencapai kesepakatan terkait valuasi dan spin off aset di proyek kilang Cilacap. 

Penawaran itu baru akan disampaikan jika Pertamina dan Aramco tak mencapai kesepakatan hingga akhir tahun. Nicke menjelaskan skema baru pembangunan kilang Cilacap tersebut bakal sama dengan skema kilang Balikpapan. Artinya, Pertamina dan Aramco tidak memerlukan spin off aset kilang eksisting. 

"Kalau tidak terjadi kesepakatan ada skema yang sama seperti Balikpapan," ujar Nicke dalam diskusi bersama awak media di Pertamina Energi Forum 2019, JakartaSelasa (26/11).

Meski begitu, pihaknya masih berharap ada kesepakatan dengan Saudi Aramco untuk membangun proyek kilang Cilacap. "Ini sedang dilakukan kesepakatan untuk valuasi. Jadi semoga kesepakatan akan ada," ujar Nicke.

Advertisement

(Baca: Kementerian ESDM Berencana Tawarkan Proyek Kilang Baru ke Saudi Aramco)

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menawarkan proyek kilang minyak baru kepada Saudi Aramco. Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto menjelaskan pemerintah tidak hanya menawarkan Aramco untuk berinvestasi membangun fasilitas kilang baru, tapi juga memberi opsi kepada Aramco untuk memilih lokasi untuk proyek baru tersebut.

Selain itu, Aramco juga dibebaskan untuk mencari mitra di proyek kilang baru."Ya itu kalau enggak deal mereka bisa bangun baru atau pilih dimana. Mereka bisa sendiri atau Pertamina bisa join disana," ujar Djoko di Kemenko Maritim, Selasa (19/11).

Meski begitu, Djoko mengatakan opsi penawaran proyek kilang baru berlaku jika tidak ada kesepakatan antara Aramco dengan Pertamina di proyek kilang Cilacap. Hingga kini, pemerintah masih menunggu hasil kesepakatan antara kedua perusahaan tersebut.

Investasi proyek RDMP Cilacap ditaksir mencapai US$ 5 miliar. Dengan investasi tersebut, kapasitas kilang Cilacap diharapkan meningkat dari 348 ribu barel per hari menjadi 400 ribu barel per hari. Adapun spesifikasi produk, mencakup Euro V, petrokimia dasar (basic petrochemical), dan Group II Base Oil untuk pelumas.

Pertamina dan Aramco sebenarnya telah membentuk perusahaan patungan sejak 22 Desember 2016 untuk proyek tersebut. Pertamina memegang saham sebesar 55% dan Saudi Aramco sebesar 45%. Kala itu, Pertamina dan Aramco menargetkan proyek RDMP Cilacap bisa dimulai pada 2021.

Namun, proyek kilang Cilacap terhalang kesepakatan terkait valuasi dan spin off aset hingga saat ini. Di sisi lain, Aramco justru begitu gencar berinvestasi kilang di negara lain, seperti Tiongkok dan Malaysia.

(Baca: Valuasi Kilang Cilacap Alot, Luhut Sebut Pertamina Bisa Garap Sendiri)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait