Peringati Hari Sumpah Pemuda, Jokowi Resmikan Jembatan Youtefa Papua

Dengan diresmikannya Jembatan Youtefa, perjalanan dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw hanya memakan waktu 30-40 menit.
Dimas Jarot Bayu
28 Oktober 2019, 20:20
Jokowi
ANTARA FOTO/Setpres-Kris
Presiden Joko Widodo (tengah) mengunjungi lapangan bola Irai di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Minggu, (27/10/2019). Dalam kunjungan ke Papua, Jokowi juga meresmikan Jembatan Youtefa di Jayapura pada peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10). Peresmian jembatan tersebut tepat di Hari Sumpah Pemuda. 

Jembatan Youtefa menjadi jembatan tipe pelengkung baja terpanjang di Papua yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami. Pembangunan jembatan di atas Teluk Youtefa itu memakan waktu hingga empat tahun sejak 9 Mei 2015, dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,8 triliun.

"Saya senang meresmikan Jembatan Youtefa yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda," kata Jokowi sebagaimana dilansir dari laman Sekretariat Kabinet.

Proyek pembangunan Jembatan Youtefa merupakan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter, dan jalan akses sepanjang 9.950 meter.

Sedangkan Pemerintah Kota Jayapura menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter. Pembangunannya dikerjakan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

Dengan diresmikannya Jembatan Youtefa, perjalanan dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw hanya memakan waktu 30-40 menit. Sebelum adanya jembatan, waktu perjalanan mencapai 1,5-2 jam.

(Baca: Jokowi Bakal Tindak Lanjuti Usulan Pemekaran Pegunungan Tengah Papua)

Jembatan Youtefa juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, seperti cabang olahraga dayung dan ski air. Selain itu, kawasan sekitar Jembatan Youtefa akan dijadikan sebagai wisata air karena didukung pemandangan teluk dan perbukitan.

Menurut Jokowi, pembangunan Jembatan Youtefa merupakan hal baik karena memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Dia pun berharap masyarakat Jayapura bersama-sama dengan pemerintah daerah serius menjaga Jembatan Youtefa.

"Jadikan Jembatan Youtefa ini sebagai momentum untuk Papua bangkit maju, yang melahirkan kemajuan-kemajuan, melahirkan pemuda-pemuda Papua yang berprestasi dan memiliki daya saing di kancah global,” tutur Jokowi.

Selain meresmikan Jembatan Youtefa, Jokowi sempat meninjau site plan dan maket Pencanangan Pembangunan Papua Youth Creative Hub Papua Muda Inspiratif (PMI). Dia pun meninjau lokasi yang akan menjadi tempat Istana Kepresidenan Papua dan Asrama Mahasiswa Nusantara.

Istana Kepresidenan Papua didesain dengan atap khas rumah adat Papua dan dilengkapi dengan ruang rapat besar dan kecil. Di dalam kompleks Istana seluas 10 hektare itu rencananya akan dibangun fasilitas seperti museum kebudayaan Papua, monumen, serta kebun raya.

Dalam kunjungan kerjanya, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ada pula Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Pol Ari Dono, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano.

(Baca: Jokowi Percepat Rehabilitasi Infrastruktur di Wamena Pasca-Kerusuhan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait