Pengeboran Proyek Jambaran Tiung Biru Bakal Dimulai Pekan Depan

Pengeboran sumur di Blok Jambaran Tiung Biru terlambat dari jadwal sebelumnya pada pertengahan September 2019.
Image title
2 Oktober 2019, 15:17
SKK Migas, Jambaran Tiung BIru
Dok. Chevron
Ilustrasi, pengeboran proyek minyak dan gas. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyaakan Pertamina EP bakal mengebor sumur di Blok Jambaran Tiung Biru.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi menyebut pengeboran pertama proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) akan dimulai pada pekan depan.

Sebelumnya ia memperkirakan pengeboran bisa dilakukan pada September lalu. "Rencana tajak sumur JAM-3 minggu depan," ujar Nurwahidi saat dihubungi Katadata.co.id, Rabu (2/9).

Rencananya Pertamina EP Cepu yang menjadi operator blok tersebut bakal mengebenam sumur sepanjang tahun ini. Jumlah sumur tersebut bertambah dari rencana awal sebanyak tiga sumur. Pengeboran sumur akan dilakukan menggunakan metode batch driling dan ditargetkan selesai pada kuartal 1 2021.

Sejauh ini perkembangan proyek JTB telah mencapai sekitar 35%. Pembangunan difokuskan pada proyek Gas Processing Facility (GPF).

(Baca: Hingga September, Realisasi Investasi Pertamina Capai Rp 47,75 Triliun)

Proyek tersebut diproyeksi mulai berproduksi pada 2021 dengan rata-rata produksi gas mencapai 315 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Namun gas yang bisa dijual sebesar 192 mmscfd.

Alokasi gas sebesar 100 mmscfd dijual ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sisanya akan digunakan untuk memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pertamina EP Cepu memiliki hak partisipasi sebesar 92% di proyek JTB. Sisanya sebesar 8% dipegang oleh Pertamina EP (PEP).

Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas (KPPIP). Proyek JTB diperkirakan menelan belanja modal sebesar US$ 1,547 miliar.

(Baca: Pertamina Ingin Pakai CO2 dari Tiung Biru untuk Proyek EOR di Sukowati)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait