Mendag Dorong Penyelesaian Kerja Sama Ekonomi RI-Korea

Menteri Perdagangan berharap ada investasi baru di Indonesia dari dua perusahaan Korea.
Image title
12 September 2019, 21:53
Enggartiasto Lukita, Kementerian Perdagangan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Enggar ingin mempercepat perjanjian investasi dengan Korea.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mempercepat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA). Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Yoo Myung-Hee di Bangkok, Thailand.

Enggar mengusulkan, pengumuman penyelesaian Perundingan IK-CEPA dapat dilaksanakan pada Trade Expo Indonesia 2019 yang dihelat pada 16-20 Oktober 2019. "Selanjutnya, penandatanganan diusulkan dalam agenda ASEAN-Republic of Korea (ROK) Commemorative Summit pada 25—27 November 2019,” kata Enggar dalam siaran pers, Kamis (12/9).

IK-CEPA diharapkan juga berfungsi sebagai payung perjanjian investasi. Ada pun, dua perusahaan yang berinvestasi di tanah air yaitu perusahaan kimia Lotte Group dan perusahaan otomotif Hyundai.

(Baca: Dorong Investasi, Ekonom Nilai Ada Ribuan Aturan Perlu Diubah)

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, Enggar juga mengapresiasi Korea yang membantu kemajuan perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Sebagai informasi, perdagangan Indonesia-Korea pada 2018 mencapai US$ 18,62 miliar. Ekspor Indonesia ke Korea mencapai US$ 9,54 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 9,08 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus US$ 443,6 juta.

Pada 2018, produk ekspor utama ke Korea meliputi batu bara, gas alam cair, bijih tembaga, batu bara lainnya, dan minyak bumi mentah. Sedangkan, produk impor utama dari Korea meliputi bahan bakar dengan research octane number (RON) 90, bahan bakar diesel otomotif, sirkuit elektronik terpadu lainnya, sekop mesin, dan bahan murni RON lainnya.

(Baca: Riset Bank Dunia soal Investasi yang Memicu Kekesalan Jokowi)

Pertemuan Bilateral dengan US-ASEAN Business Council

Pada hari yang sama (9/9), Mendag juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan United States-ASEAN Business Council (USABC). Kedua pihak mendiskusikan perkembangan kerja sama yang telah berjalan selama 20 tahun, termasuk kebijakan perdagangan Indonesia.

Kebijakan perdagangan tersebut khususnya terkait integrasi Indonesia dalam ASEAN dan RCEP, serta di bidang niaga dan teknologi. Enggar mengatakan, Indonesia harus melibatkan negara maju untuk menyusun peta jalan dan program revitalisasi industri.

Perwakilan dari perusahaan swasta Amerika Serikat (AS) yaitu Google, Facebook, Amazon, Philip Morris, IBM, Citi, Qualcomm, Paypall, Caterpillar, UPS, FedEx, Ford turut hadir dalam pertemuan.

(Baca: Luhut Optimistis RI Masuk Jajaran 5 Ekonomi Terbesar Dunia pada 2045)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait