Pertamina Tambah 1.500 Personil Tangani Tumpahan Minyak Blok ONWJ

Tambahan personil tersebut berasal dari nelayan di sekitar Karawang yang terdampak tumpahan minyak Blok ONWJ.
Image title
9 Agustus 2019, 14:12
pertamina, blok onwj
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (24/7/2019). Pertamina menambah 1.500 personil untuk membersihkan tumpahan minyak Blok ONWJ yang tercecer hingga Pantai Karawang.

Pertamina Hulu Energi Offshore North Java (PHE-ONWJ) menambah 1.500 personil dan peralatan untuk menangani pembersihan tumpahan minyak Blok ONWJ yang sampai ke pantai Karawang. Tambahan personil tersebut berasal dari nelayan setempat. 

VP Relation Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya menjelaskan, nelayan datang dengan keinginan sendiri untuk terlibat dalam pembersihan tumpahan minyak. Mereka dilengkapi dengan perlengkapan yang sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan pembersihan tumpahan minyak.

“Nelayan yang umumnya sedang tidak melaut, sangat antusias membantu penanganan di pantai. Kami menyambut niat baik mereka dan menyiapkan perlengkapan yang sesuai standar HSSE. Mereka juga dicek kesehatannya oleh tim medis yang kami siapkan,” jelas Ifki dalam siaran pers pada Jumat (9/8).

Selain warga, anggota TNI juga terlibat aktif membersihkan tumpahan minyak yang menjangkau pantai. Hingga 8 Agustus 2019, Sebanyak 87 anggota TNI telah bekerja sama menangani tumpahan minyak sepanjang pantai terdampak di Karawang. Meski menggunakan seragam TNI, anggota TNI juga harus mengenakan perlengkapan keamanan dan keselamatan dalam penanganan tumpahan minyak. 

Advertisement

(Baca: SKK Migas Minta Dukungan Menteri BUMN Tangani Tumpahan Migas Blok ONWJ)

Nantinya tumpahan minyak yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung plastik dan diangkut ke lokasi pengolahan limbah B3 yang bersertifikat. Hingga Rabu (7/8), Pertamina telah mengumpulkan 1,047 juta karung yang berisi pasir pantai bercampur minyak. Rata-rata berat per karung mencapai 4,6 kg dengan setiap karungnya diperkirakan memiliki kandungan minyak sebanyak 10%.

Di sisi lain, Pertamina juga memaksimalkan upaya penghentian penyebaran tumpahan minyak yang terlepas dari penghadangan di laut dengan cara memasang ratusan meter fishnet di pantai terdampak dan 2700 meter oil bom yang tersebar di muara sungai. Peralatan ini dapat mengisolir sebaran tumpahan minyak di atas permukaan dan menghambat pergerakan minyak masuk ke dalam aliran sungai.

Untuk menjaga kesehatan warga di perairan terdampak, PHE ONWJ juga mendirikan Pos Kesehatan di area terdampak. PHE ONWJ telah bersinergi dengan Pertamedika dengan mengirimkan lima ambulance, lima dokter dan 35 paramedis yang disebar di lima Posko Kesehatan di Desa Cemara Jaya, Desa Sungai Buntu, Desa Sedari, Desa Tambak Sari, dan Desa Muara Beting.

Selain dokter dan perawat, PHE ONWJ dan Pertamedika juga menyiagakan ambulance emergency yang dilengkapi dengan AED (Automated External Defibrillator) atau alat defibrilasi jantung otomatis. Selain untuk mengecek dan menjaga kesehatan tenaga pendukung yang terlibat dalam aksi pembersihan pantai, posko kesehatan ini juga diperuntukkan bagi warga setempat.

(Baca: Pertamina Upayakan Tutup Sumur Hingga Sedot Minyak di Blok ONWJ)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait