Pertamina Tambah 1.200 Oil Boom untuk Atasi Tumpahan Minyak Blok ONWJ

Oil boom tersebut tidak hanya dipasang di sekitar perairan Kerawang, tetapi hingga Kepulauan Seribu yang sudah terkena dampak tumpahan minyak.
Image title
2 Agustus 2019, 16:15
pertamina, tumpahan minyak blok onwj
dokumentasi Pertamina
Pertamina mengerahkan sejumlah kapal dan oil boom untuk menangkap tumpahan minyak dari Blok ONWJ.

Pertamina menambah oil boom sebanyak 1.200 untuk mengatasi tumpahan minyak dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengatakan pemasangan oil boom tersebut tidak hanya dilakukan di sekitar perairan Karawang, tetapi hingga ke Kepulauan Seribu yang  terkena dampak tumpahan minyak.

Oil boom merupakan peralatan sejenis pelampung yang berfungsi melokalisasi atau mengurung tumpahan minyak di air agar tidak meluas hingga ke daratan. "Sudah diputuskan ada penambahan 1.200 oil boom lagi dan sudah disebarkan sejak Senin," kata Direktur Hulu PT Pertamina Persero Dharmawan Syamsu di Jakarta, Jumat.

Pertamina juga mendapat bantuan satelit imagery dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memantau pergerakan tumpahan minyak. Dengan satelit tersebut, pergerakan tumpahan minyak mudah dipantau sehingga dapat segera diambil oleh kapal saat masih berada di laut.

Selain penanganan tumpahan minyak di laut, Pertamina juga menambah jumlah personil untuk mengatasi tumpahan minyak yang terbawa ke daratan. Tumpahan minyak yang terkumpul akan dibawa ke pabrik pengolahan limbah milik PT Pertamina Patra Niaga di Karawang. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari tumpahan minyak Blok ONWJ.

Advertisement

(Baca: Menteri Susi: Tumpahan Minyak di Blok ONWJ Pelajaran untuk Pertamina)

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Pertamina untuk menambah jumlah oil boom. Dengan begitu, tumpahan minyak bisa segera teratasi dan tidak meluas.

Hingga kini, Pertamina baru bisa mengurangi sekitar 10% dari jumlah tumpahan minyak sumur YYA-1 Blok ONWJ yang diproyeksi mencapai 3.000 barel per hari. Makanya Pertamina akan meningkatkan penanggulangan tumpahan minyak dengan menggunakan beragam peralatan seperti oil boom, helix skimmer, giant octopus skimmer, dan storage oily waste. Selain itu, Pertamina akan mematikan sumur YYA-1 secara permanen.

Pertamina juga menyatakan akan bertanggung jawab memperbaiki lingkungan baik di laut maupun pesisir pantai yang tercemar akibat kebocoran migas tersebut. Perusahaan menjanjikan kompensasi bagi masyarakat yang terkena dampak dari tumpahan minyak.

(Baca: Imbas Tumpahan Minyak Pertamina, 100 Ha Tambak Garam Setop Beroperasi)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait