BPMA Targetkan POD Blok Lhokseumawe Disetujui Akhir Bulan Ini

Pemda Aceh menargetkan Lapangan Peusangan B Blok Lhokseumawe bisa berproduksi sebelum 2023.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
26 Juli 2019, 06:49
BPMA, Blok Lhokseumawe
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi, blok migas lepas pantai. Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) targetkan POD Blok Lhokseumawe disetujui akhir bulan Ini

Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) optimistis rencana pengembangan pertama (POD I) Lapangan Peusangan B Blok Lhokseumawe yang dioperasikan oleh Zaratex NV bisa segera disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Sebab, Pemerintah Aceh sudah memberikan persetujuan pengembangan blok tersebut.

Deputi Operasi dan Perencanaan Teuku Muhammad Faisal mengatakan Pemda Aceh bersama pihak terkait telah melakukan Konsultasi Daerah (Konsulda) untuk membahas POD I Lapangan Peusangan Blok Lhokseumawe di Jakarta pada beberapa pekan lalu. "Di akhir bulan ini dijanjikan Menteri akan tanda tangan di POD-nya," kata Faisal, saat ditemui di Kantor BPMA setelah acara diskusi bersama awak media di Banda Aceh, Kamis (25/7).

Setelah POD disetujui oleh Menteri, Zaratex mulai mengurus Analisis dampak lingkungan (AMDAL) untuk pengembangan Lapangan Peusangan B. Dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk memproses AMDAL. Biarpun Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL) telah selesai dikerjakan oleh Zaratex.

"Lingkup lebih besar untuk menelaah lagi analisa dampak lingkungan, masih banyak aspek lagi di situ dibutuhkan sekitar enam bulan," kata Faisal.

(Baca: BPMA Sebut Pembahasan PoD Blok Lhokseumawe Mendekati Tahap Final)

Setelah AMDAL terbit, Zaratex akan memulai proses Engineering Procurement Construction (EPC). EPC diproyeksi membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Gubernur Aceh berharap proses pengembangan Blok Lhokseumawe bisa dipercepat, sehingga produksi gas blok tersebut bisa segera dimulai. Pemda Aceh berharap produksi gas Blok Lhokseumawe mulai mengalir sebelum tahun 2023. "Gubernur meminta kalau bisa dipercepat agar bisa diproduksikan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Zaratex memenangkan lelang Blok Lhoksumawe pada Mei 2005. Zaratex pun langsung melakukan kegiatan ekplorasi pada tahun yang sama.

Zaratex baru berhasil menemukan cadangan minyak setelah melakukan eksplorasi selama kurang lebih 14 tahun. Hasilnya ditemukan cadangan terbukti (p1) sebesar 59,37 miliar standar kaki kubik (bscf) dengan cadangan potensial (p2) sebesar 67,38 bscf di Blok Lhokseumawe yang terletak di lepas pantai Aceh.

(Baca: BPMA Fokus Cari Cadangan Migas Baru di Aceh)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait