Badan Pengelola Migas Aceh Minta Kontrak Blok NSB Segera Diperpanjang

Image title
24 Juni 2019, 16:14
Blok NSB Aceh, BPMA, Pertamina Hulu Energi
Pertamina Hulu Energi
ilustrasi, blok migas. Blok NSB menjadi salah satu blok migas utama penyumbang produksi migas PHE.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berharap proses perpanjangan kontrak Blok North Sumatra B (NSB) segera selesai.  Alasannya, pengelolaan kontrak Blok NSB berpangaruh terhadap suplai gas untuk industri pupuk di Aceh. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPMA Azhari Idris bilang, sejauh ini pemerintah baru memberikan persetujuan perpanjangan pengelolaan sementara Blok North Sumatra B (NSB) selama enam bulan kepada PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku kontraktor blok tersebut. Padahal masa kontrak PHE di Blok NSB telah berakhir pada Oktober 2018. 

"Mudah-mudahan segera, supaya ada kejelasan kelanjutan operasional Blok NSB, supaya supplai gas ke pupuk tidak terganggu," ujar Azhari saat ditemui Katadata.co.id di Gedung DPR RI pada Jumat lalu.

Untuk mempercepat proses memperpanjang kontrak Blok NSB, BPMA berkonsultasi dengan Pemerintah Aceh. Setelah itu, BPMA akan mengajukan rekomendasi perpanjangan kontrak Blok NSB kepada pemerintah pusat.  "Nanti kami sampaikan ke Pak Menteri untuk pembahasan lebih lanjut," ujarnya.

(Baca: BPMA Targetkan Kontrak Baru Blok NSB Diteken September 2018)

Sebelumnya BPMA menargetkan kontrak Blok NSB bisa diperpanjang pada akhir tahun lalu. Namun PHE hanya mendapatkan perpanjangan kontrak sementara untuk Blok NSB. Kontrak sementara Blok NSB pertama kali diberikan pada Oktober 2018 dan berlaku hingga 3 April 2019.

Kemudian BPMA dan PHE menandatangani kontrak sementara kedua pada 2 Mei 2019. Kontrak tersebut berlaku sejak 4 April 2019 hingga enam bulan ke depan atau sampai dengan kontrak kerja sama Blok NSB yang baru berlaku efektif.

PHE tercatat mengelola Blok NSB sejak Oktober 2015 setelah mengakuisisi hak kelola perusahaan asal Amerika Serikat ExxonMobil. Blok NSB mulai berproduksi tahun 1977 dengan puncak produksi mencapai sekitar 3.400 juta kaki kubik per hari (mmscfd). 

Blok NSB menjadi salah satu blok migas utama penyumbang produksi migas PHE. Pada tahun lalu, PHE mencatatkan total produksi migas mencapai 75.191 juta barel setara minyak (MMBOE), lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 70.874 MMBOE. Kontributor utama produksi migas PHE dari Blok Offshore North West Java, Blok North Sumatera Offshore, Blok NSB, Blok West Madura Offshore, dan Blok Offshore Southeast Sumatera. 

(Baca: Pemerintah Daerah Aceh Minta 20% Hak Kelola Blok NSB)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait