Bulog Gandeng UNS Tingkatkan Kualitas Produk Pangan

Bulog berharap produk pangan semakin berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, serta ada jaminan modal dan kepastian pasar bagi petani.
Image title
21 Juni 2019, 19:00
bulog, pangan, universitas sebelas maret
ANTARA FOTO/Rahmad
Ilustrasi, beras bulog. Dalam kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret, Bulog akan langsung membeli gabah kering hasil panen dengan harga Rp4.070 per kg atau sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Bulog dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalin kerja sama untuk meningkatkan produk pangan. Pengembangan produk pangan akan dilakukan di wilayah eks Keresidenan Surakarta, Jawa Tengah, dalam lima tahun ke depan. 

Bulog berharap kerja sama tersebut bisa menciptakan pemberdayaan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyelenggaraan pendidikan, serta pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada. Kerja sama ini juga meliputi penggunaan teknologi dan manajemen budidaya, serta penyediaan modal usaha pertanian dan kemudahan akses pasar bagi petani.

“Diharapkan dapat menghasilkan produk pangan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, serta memberikan jaminan modal dan kepastian pasar bagi petani,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam siaran pers, Jumat (21/5).

(Baca: Incar 70% Pasar Bantuan Pangan Non-Tunai, Bulog Genjot Kualitas Produk)

Advertisement

Kerja sama tersebut juga meliputi kegiatan pengelolaan on farm, termasuk pemanfaatan teknologi pengolahan lahan dan budidaya yang modern, serta manajemen dan penanganan pasca panen. Dalam pelaksanaannya, on farm  dilakukan di atas lahan milik UNS dengan menggunakan modal kerja dari Himbara.

Pengelolaan on farm melibatkan kelompok petani binaan UNS serta Perum Bulog. Bulog Subdivre Surakarta dan Fakultas Pertanian UNS Surakarta telah bekerja sama mengembangkan pengelolaan on farm sejak Februari lalu. 

Budi dan Rektor UNS, Jalal Wiwoho pun melakukan panen perdana padi hasil kerja sama on farm di Desa Makam Haji, Kartosuro, Jawa Tengah, pada pagi tadi. Panen di atas lahan seluas 2 hektar (ha) tersebut diproyeksi mencapai 7 ton/ha.

Bulog pun membeli langsung gabah kering hasil panen tersebut dengan harga Rp4.070 per kg atau sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Gabah akan diolah di Unit Pengolahan Bulog Grogol.

(Baca: Usai Panen Raya, Nilai Tukar Petani Naik 0,38% pada Mei 2019)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait