Permintaan Melemah, Harga Minyak Indonesia pada Mei Turun Jadi US$ 68

Perang dagang AS-China menimbulkan kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi hingga penurunan permintaan minyak mentah secara global.
Image title
11 Juni 2019, 14:44
harga minyak indonesia
KATADATA
Ilustrasi, harga minyak Indonesia turun tipis menjadi US$ 68,07/Barel karena penurunan pemrintaan minyak mentah global

Tim Harga Minyak Indonesia mencatat harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Mei 2019 sebesar US$ 68,07/barel. ICP Mei 2019 turun tipis US$ 0,24/barel dari ICP April sebesar US$ 68,31/barel.

ICP  Sumatran Light Crude (SLC) Mei 2019 juga turun sebesar US$ 0,39/barel menjadi US$ 69,05/barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 69,44/barel. Turunnya ICP Mei sejalan dengan turunnya harga minyak mentah di pasar internasional.

Penurunannya terjadi karena permintaan minyak mentah global menurun sebesar 0,2 juta barel per hari dibandingkan proyeksi International Energy Agency (IEA) periode Mei 2019.

Salah satu faktor turunnya permintaan minyak mentah adalah perang dagang AS-China yang terus berlangsung. "Perang dagang AS-China yang berkepanjangan akan memperlemah perekonomian global dan berujung pada penurunan permintaan minyak mentah global,” lanjut Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari website resmi Ditjen Migas pada Selasa (11/6).

Advertisement

Ditambah lagi dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memberlakukan tarif sebesar 5% atas impor dari Meksiko.  Padahal Meksiko merupakan salah satu mitra dagang dan pemasok utama minyak mentah AS. Kebijakan tersebut pun menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap penurunan permintaan minyak mentah AS.

(Baca: Tiongkok Isyaratkan Balas Tarif AS, Perang Dagang Berpotensi Berlanjut)

Di sisi lain, stok minyak mentah AS justru melonjak drastis mencapai 476,8 juta barel atau tertinggi sejak September 2017. Peningkatan stok minyak terjadi seiring turunnya tingkat pengolahan kilang di AS yang berada di bawah 90% dari kapasitas total. Stok Gasoline dan Distillate yang meningkat mengindikasikan pelemahan permintaan dari konsumen akhir.

Khusus kawasan Asia Pasifik, pelemahan harga minyak mentah juga dipengaruhi penurunan tingkat pengolahan kilang-kilang independen di China karena marjin kilang yang terus merosot. Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Mei 2019 sebagai berikut:

Dated Brent turun sebesar US$ 0,14 per barel dari US$ 71,26 per barel menjadi US$ 71,12 per barel.
WTI (Nymex) turun sebesar US$ 3,00 per barel dari US$ 63,87 per barel menjadi US$ 60,87 per barel.
Basket OPEC turun sebesar US$ 0,55 per barel dari US$ 70,78 per barel menjadi US$ 70,23 per barel.
Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,33 per barel dari US$ 71,63 per barel menjadi US$ 70,30 per barel.

(Baca: Harga Minyak Indonesia Terus Naik, Pada April 2019 Sentuh US$ 68,31)

Reporter: Febrina Ratna Iskana
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait