Kemenhub: Hampir 1 Juta Orang Gunakan Kapal Laut Untuk Mudik Lebaran

Pelabuhan Batam menjadi pelabuhan terpadat selama periode Libur Lebaran dari 21 Mei hingga 7 Juni 2019 dengan capaian 153.792 orang.
Michael Reily
7 Juni 2019, 18:38
kapal laut, mudik lebaran 2019, kemenhub
ANTARA FOTO/ R REKOTOMO
Ilustrasi, Kemenhub mencatat hampir 1 juta orang menggunakan kapal laut untuk mudik Lebaran tahun ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 960.494 orang menggunakan kapal laut sebagai angkutan mudik Lebaran tahun 2019. Perhitungan tersebut berdasarkan periode 18 hari mulai dari 21 Mei sampai 7 Juni.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko menyatakan Pelabuhan Batam menjadi pelabuhan terpadat pada periode yang sama dengan capaian 153.792 orang. "Selain Batam adalah Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Ternate, dan Balikpapan," kata Wisnu dalam keterangan resmi, Jumat (7/6).

Secara berturut-turut, capaian Tanjung Balai Karimun adalah 105.669 orang, Tanjung Pinang 63.665 orang, Ternate 49.263 orang, dan Balikpapan 42.740 orang. Wisnu menyampaikan, selama periode itu tidak terlihat adanya penumpukan penumpang serta tidak ada penumpang yang tidak terangkut kapal di 51 pelabuhan operasional yang dipantau oleh Kemenhub.

(Baca: Kemenhub Siagakan 378 Unit Kapal Selama Masa Mudik Lebaran 2019)

Advertisement

Khusus pemantauan di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Wisnu menyebut terjadi tren peningkatan penumpang dalam masa libur Lebaran 2019. Alasannya, banyak masyarakat yang memanfaatkan liburan Lebaran ke Kepulauan Seribu dengan menggunakan kapal tradisional dari Pelabuhan Kali Adem.

Tercatat sebanyak 4.331 orang penumpang tujuan Kepulauan Seribu yang diangkut dengan 22 kapal hari ini. "Ada kenaikan jumlah penumpang bila dibandingkan kemarin dan diperkirakan besok, Sabtu, akan semakin banyak jumlah penumpang ke Kepulauan Seribu," ujar Wisnu.

Dia pun meminta setiap pihak baik operator maupun masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran. Dia menyarankan masyarakat jangan memaksakan diri bila kapal sudah penuh dan nakhoda kapal harus memperhitungkan faktor cuaca.

Selain itu, Wisnu mengingatkan kepentingan keselamatan pelayaran, seperti di Pelabuhan Kali Adem, dengan menggunakan life jacket untuk penumpang yang naik ke kapal. "Selalu ingat bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama," katanya.

(Baca: Empat Strategi Kemenhub Lancarkan Arus Mudik Jalur Laut)

Reporter: Michael Reily
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait