Ada Cadangan Migas, Wilayah Simeuleu Aceh Belum Dieksplorasi

Dari data awal BPPT, wilayah Pulau Simeuleu memiliki potensi cadangan migas hingga 320 miliar barel
Image title
2 Mei 2019, 18:51
Cadangan migas indonesia, BPMA
Katadata
illustrasi, blok migas

Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) mencatat adanya potensi cadangan migas di wilayah Pulau Simeuleu, Provinsi Aceh. Dari data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), cadangan migas tersebut diperkirakan mencapai 320 miliar barel.

Menurut Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA Radhi Darmansyah, data dari BPPT tersebut masih merupakan data awal. Potensi cadangan migas di wilayah Simeuleu perlu dibuktikan dengan kajian mendalam. 

"Saat ini wilayah perairan Simeulue adalah open area yang perlu distudi lebih detil dan mendalam lagi, untuk diketahui potensi hidrokarbonnya," ujarnya saat dihubungi Katadata.co.id, Kamis, (2/5).

Sayangnya Radhi mengatakan saat ini belum ada perusahaan atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang melakukan eksplorasi di wilayah tersebut. "Belum pernah ada kajian yang mendalam terkait potensi migas di wilayah tersebut, seperti berdasarkan joint study ataupun seismik oleh perusahaan migas dan kontraktornya," ujar Radhi.

Advertisement

(Baca: BPMA Fokus Cari Cadangan Migas Baru di Aceh)

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, data mengenai potensi cadangan migas di lepas pantai Simeulue pertama kali dirilis oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dalam survei tersebut BPPT menggandeng lembaga riset geologi dan kelautan Jerman (BGR) untuk mengungkap temuan cadangan migas di wilayah tersebut.

Awalnya survei hanya dilakukan untuk meneliti kondisi dasar laut perairan Simuelue, setelah terjadinya gempa yang mengguncang Aceh pada 2004 silam. Cadangan migas dalam jumlah raksasa di cekungan busur muka Simeulue diperkirakan mencapai 320 miliar barel.

Jumlah ini termasuk spektakuler dibanding Saudi Arabia yang mempunyai cadangan hanya sebesar 264,21 miliar barel. Diproyeksikan, temuan ini bisa menjadi penganti cadangan minyak Arun di Aceh Utara.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait