18 Perusahaan Mengakses Dokumen Lelang Blok Migas 2019

Image title
19 April 2019, 01:00
18 Perusahaan Mengakses Dokumen Lelang Blok Migas 2019
Arief Kamaludin|Katadata
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan tinjauan persoalan migas di stand pamer Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, (17/5).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan jumlah perusahaan yang mengakses dokumen lelang Wilayah Kerja (WK) migas tahap I 2019 semakin bertambah. Sejak akhir bulan lalu, ada tiga perusahaan yang mengakses dokumen tersebut, sehingga totalnya menjadi 18 perusahaan sejak dibukanya proses lelang ini, akhir Februari lalu.

"Lima blok sudah ada 22 yang akses dari 18 perusahaan. Luar negeri dan dalam negeri. Multinasional dan nasional," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (18/4). Namun, Arcandra masih enggan untuk membeberkan perusahaan mana saja yang sudah ikut mengakses dokumen tersebut.

Menurut dia, skema gross split yang ditawarkan pada lelang blok migas ini cukup menarik bagi investor. Dengan skema ini, proses kegiatan usaha hulu migas menjadi lebih transparan dan lebih cepat dibandingkan skema kontrak sebelumnya. "Investor semakin mengerti bagaimana pemerintah dalam menawarkan blok migas ini, makin memberikan kepastian investasi, tata waktu jelas," ujarnya.

(Baca: Pelaku Industri Migas Sarankan Skema Gross Split Dievaluasi)

Dalam lelang wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I-2019 ini terdapat lima WK yang ditawarkan, terdiri dari dua WK produksi dan tiga WK eksplorasi. Dua WK produksi yaitu, Blok West Kampar yang berlokasi di daratan Riau dan Sumatera Utara dan Blok Selat Panjang di daratan Riau.

Blok West Kampar terakhir berproduksi pada 27 Maret 2017 sebesar 112 barel minyak per hari (BOPD). Pemerintah menetapkan bonus tandatangan minimal US$ 5 juta dan komitmen pasti minimal US$ 64,43 juta untuk Studi G&G, Seismik 2D 500 kilometer persegi, Seismik 3D 200 km2 dan pemboran enam sumur eksplorasi.

Blok Selat Panjang berada di daratan Riau. Blok ini terakhir berproduksi pada 21 Februari 2018 sebesar 1 BOPD. Pemerintah menetapkan bonus tandatangan minimal US$ 5 juta dengan komitmen pasti minimal US$ 62,99 juta untuk studi G&G, seismik 2D 500 km2, Seismik 3D 200 km2 dan pemboran lima sumur eksplorasi.

(Baca: 15 Kontraktor Buka Dokumen Lelang Migas Tahap I 2019)

Kemudian ada tiga WK eksplorasi yang dilelang, salah satunya Blok Anambas di lepas pantai Kepulauan Riau, dengan Bonus Tandatangan minimal US$ 2 juta dan minimal komitmen pasti: Studi G&G dan pemboran satu sumur eksplorasi.

Kemudian, Blok West Ganal di lepas pantai Kalimantan Timur, dengan Bonus Tandatangan minimal US$ 15 juta dan minimal komitmen pasti: Studi G&G, pemboran tiga sumur eksplorasi, Seismik 3D 400 km2 dan Seismik 2D 500 km2.

Terakhir, Blok West Kaimana di daratan dan lepas pantai Papua Barat dengan Bonus Tandatangan minimal US$ 2 juta dan komitmen pasti minimal: Studi G&G, pemboran 1 sumur eksplorasi dan Seismik 2D 200 KM.

 

 

Sebagai informasi, jadwal penawaran lelang wilayah kerja migas konvensional tahap I tahun 2019 yakni, akses bid document mulai tanggal 25 Februari hingga 24 April 2019. Pemasukan dokumen partisipasi bisa dilakukan paling lambat pada 25 April 2019.

Penawaran lelang WK Migas ini ditunjukkan kepada Badan Usaha (BU) dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) industri hulu migas yang memiliki kemampuan keuangan dan teknis. Mereka harus mampu memenuhi syarat minimum Komitmen Kerja Pasti 5 Tahun atau Komitmen Pasti Eksplorasi, serta memiliki kinerja dan rekam jejak yang baik.

(Baca: Pemerintah Teken 3 Kontrak Migas Hasil Lelang 2018)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait