SKK Migas Hentikan 80 Blok Migas yang Gagal Temukan Cadangan Baru

SKK Migas menyebut rasio penemuan cadangan migas baru di Indonesia sangat kecil, hanya berkisar 10-30%.
Image title
29 April 2020, 13:40
skk migas, blok migas, cadangan gas, cadangan minyak
Katadata
Ilustrasi, eksplorasi migas. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan ada 80 blok migas yang diterminasi karena gagal menemukan cadangan baru.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mencatat ada 80 blok migas yang telah diterminasi sejak 2017. Itu karena upaya eksplorasi di blok tersebut gagal menemukan cadangan migas baru.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurahaman mengatakan pihaknya sangat sulit menemukan cadangan baru. Berdasarkan catatannya, rasio penemuan cadangan migas di Indonesia hanya sekitar 10-30%.

Padahal, kontraktor migas harus mengeluarkan biaya cukup besar dengan resiko tinggi untuk menemukan cadangan migas. "Ini yang disebut usaha hulu migas itu high risk, high investment, and high technology. Satu orang geologist bisa punya 10 pendapat berbeda," kata Fatar ke katadata.co.id pada Rabu (29/9).

Salah satu kasus gagalnya penemuan cadangan migas terjadi di Blok East Jabung. SKK Migas awalnya memproyeksi blok tersebut memiliki potensi cadangan sebesar 100 juta barel.

Advertisement

Repsol sebagai operator, bersama Pan Orient sebagai mitra, memutuskan untuk mengebor blok tersebut. Namun, perusahaan migas itu tak mendapatkan temuan cadangan. Pant Orient akhirnya memutuskan hengkang dari blok tersebut.

(Baca: SKK Migas Ungkap Penyebab Pan Orient Hengkang dari Blok East Jabung)

Biarpun begitu, tak selamanya upaya eksplorasi migas di Indonesia gagal. Sepanjang kuartal I 2020, SKK Migas mencatat temuan cadangan di tiga lapangan migas. Temuan tersebut terdiri dari satu potensi cadangan minyak dan dua potensi cadangan gas dengan total potensi cadangan setelah dibor mencapai 136,5 juta barel setara minyak (BOE).

Berdasarkan catatan SKK Migas, satu temuan diperoleh Texcal Mahato yang merampungkan pengeboran sumur eksplorasi PB-2 Blok Mahato dengan potensi cadangan sebanyak 61,8 juta barel minyak. Tahun lalu perusahaan tersebut telah uji coba pengeboran sumur eksplorasi PB-1, namun belum mendapat hasil tes yang konklusif.

Berikutnya, PT Medco E&P Natuna yang mengebot sumur Bronang-2 dengan potensi cadangan sebesar 79 miliar kaki kubik gas (BCFG). Penemuan gas Lapangan Bronang ini nantinya akan menjadi penunjang pengembangan Lapangan Forel, yang berpotensi menambah produksi hingga 10.000 barel minyak per hari (bopd).

Terakhir, PT Pertamina EP (PEP) yang telah merampungkan pengeboran sumur Wolai-002 di Banggai, Sulawesi Tengah. Hasil dari pengeboran tersebut menunjukan temuan cadangan sebesar 333,6 miliar kaki kubik gas.

(Baca: Pertamina EP Mengebor Dua Sumur untuk Pastikan Temuan Migas di Sulteng)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait