Gaya Hidup Berubah Selama Pandemi Corona, Pengguna Spotify Naik 31%

Spotify menyebut masyarakat lebih sering mendengar musik selama pandemi corona.
Image title
30 April 2020, 08:10
musik, spotify, pandemi corona, virus corona, covid-19, aplikasi
Instagram/@spotify
Ilustrasi, Spotify. Perusahaan aplikasi streaming musik, Spotify, mencatat peningkatan jumlah pelanggan hingga 31% selama pandemi corona

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pandemi corona ternyata mampu mendorong industri musik digital. Buktinya, aplikasi streaming musik Spotify mencatat kenaikkan jumlah pengguna hingga 31% selama triwulan pertama tahun ini.

Spotify menyebut pengguna aktif bulanan telah mencapai 286 juta. Sedangkan, pengguna layanan premium mencapai 130 juta. Hal itu ditopang perubahan gaya hidup masyarakat selama karantina wilayah.

Banyak negara menerapkan lockdown yang memaksa orang-orang beraktifitas di rumah. Mereka pun mencari hiburan dengan mendengarkan musik secara streaming hampir sepanjang hari. Spotify menyebut waktu mendengarkan musik naik dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelum pandemi corona, masyarakat biasanya mendengarkan musik pada pagi hari. Saat karantina wilayah, masyarakat mendengarkan musik ketika beraktivitas di rumah seperti memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, berkumpul bersama keluarga, dan bersantai.

"Rutinitas pagi telah berubah secara signifikan. Setiap hari sekarang tampak seperti akhir pekan," kata Spotify dikutip dari TechCrunch pada Kamis (30/4).

(Baca: Gebrakan Kreativitas Musisi Indonesia Menghadapi Virus Corona)

Pasalnya, musik memiliki peran penting dalam mengelola stress dan kecemasan. Terutama dalam kondisi tidak pasti selama pandemi corona.

"Terlepas dari ketidakpastian global terkait Covid-19 di kuartal I 2020, bisnis kami melampaui perkiraan untuk semua metrik utama," kata Spotify.

Padahal analis menilai bisnis spotify bakal terdampak pandemi corona. Sebab, Riset Counterpoint memperkirakan pelanggan streaming musik hanya tumbuh sekitar 25% pada tahun ini, melambat dibanding pertumbuhan tahun lalu sebesar 32%.

Perkiraan itu dibuat karena banyak orang yang lebih memilih podcast atau radio dibanding streaming musik selama pandemi corona."Konsumsi audio telah beralih dari streaming musik ke podcast atau radio. Orang-orang lebih khawatir tentang pandemi dan karenanya terus-menerus mencari berita," ujar Analyst Counterpoint Abhilash Kumar.

Dikutip dari BBC, pendengar streaming musik cenderung turun di Amerika Serikat. Data dari perusahaan analis industri musik BuzzAngle pada 13-19 Maret 2020 menunjukkan pendengar streaming musik turun 8,8% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Sedangkan, data dari Alpha Data menunjukkan penurunan sekitar 7,8%.

Meski begitu, Spotify mampu meraih pendapatan sebesar US$ 2 miliar dan laba bersih sebesar US$ 1 juta sepanjang kuartal pertama tahun ini. Raihan itu melebihi perkiraan analis yang memperkirakan Spotify hanya memperoleh pendapatan US$ 1,86 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini

Bahkan ketika bisnis iklan Spotify terkena dampak negatif penyebaran Covid-19, pendapatan Spotify tetap stabil. Sebab, bisnis iklan hanya menyumbang 10% dari total pendapatan perusahaan. 

(Baca: Pandemi Corona, Banyak Orang Pilih Podcast Daripada Streaming Musik)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait