Istana Luruskan Isu 500 TKA Tiongkok yang Datang ke Konawe

Pemerintah menegaskan perusahaan yang mendatangkan TKA harus melaksanakan tes sesuai protokol kesehatan Covid-19.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
11 Mei 2020, 21:20
covid-19, corona, tiongkok, tka, tenaga kerja asing
ANTARA FOTO/Jojon
Ilustrasi, beberapa tenaga kerja asing (TKA) di salah satu perusahaan pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/12/2019). Pemerintah menegaskan belum ada kedatangan TKA asal Tiongkok di Sulawesi Tenggara.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Istana Kepresidenan menegaskan belum ada tenaga kerja asing atau TKA yang masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggara selama pandemi corona. Ada dua perusahaan yang meminta izin mendatangkan 500 TKA asal Tiongkok.

Staf Khusus Presiden Dini Purwono mengatakan pemerintah masih membatasi arus kedatangan manusia dari luar negeri. Sebab, pemerintah ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman," kata Dini dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5).

Meski begitu, Dini tak membantah ada rencana kedatangan 500 TKA asal Tiongkok ke Sulawesi Tenggara. Apalagi, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyetujui permintaan rencana penggunaan TKA yang diajukan oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Dini menyatakan seluruh TKA yang akan masuk ke Indonesia wajib mengikuti rangkaian tes dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. "Untuk memastikan mereka bebas virus Covid-19," kata Dini.

(Baca: Luhut Sebut 500 TKA Tiongkok akan Didatangkan ke Konawe pada Juli)

PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel memang meminta izin mendatangkan 500 TKA asal Tiongkok. Pemerintah kemudian mengeluarkan izin tersebut pada 22 April 2020.

Dini mengatakan 500 TKA asal Tiongkok itu didatangkan karena mempunyai keahlian khusus dalam menginstalasi alat-alat smelter. Meski begitu, seluruh TKA  tersebut hanya mendapat izin bekerja maksimal enam bulan.

Selama mereka bekerja di Sulawesi Tenggara, para TKA asal Tiongkok diminta mentransfer pengetahuan dan keahlian mereka kepada tenaga kerja lokal.  Sehingga pengelolaan industri smelter bisa dikerjakan oleh sumber daya manusia asli Indonesia.

"Jika instalasi selesai, smelter ini akan bisa menyerap 3.000 tenaga kerja lokal," kata Dini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut 500 TKA dari Tiongkok didatangkan untuk menggarap proyek baterai lithium.

"Indusri ini diperlukan orang yang paham membangunnya tidak serta merta. Kita harus jujur itu tapi sekarang ini tenaga kerja kita belum siap mengerjakan itu, mereka bekerja mulai bulan Juni atau Juli," kata Luhut dalam diskusi dengan RRI di Jakarta, Minggu (10/5).

Menurut dia, kedatangan TKA asal Tiongkok beberapa waktu yang lalu merupakan bagian dari proses pengurusan izin yang dibutuhkan. Pasalnya, dalam pengajuan izin bagi orang asing diperlukan waktu yang relatif lebih lama.

(Baca: Hoaks Corona Capai 466: Pekerja Tiongkok di Ancol hingga Rukiah Trump)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait