Jumlah Positif Covid-19 di RI Tambah 479 Orang, Total 22.750 Kasus

Kasus sembuh bertambah 240 menjadi 5.642 orang. Sedangkan jumlah kematian akibat Covid-19 meningkat 19 kasus menjadi 1.391 orang.
Agatha Olivia Victoria
25 Mei 2020, 16:35
Covid-19, virus corona, pandemi corona, satgas covid-19
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Pemerintah mencatat ada tambahan 479 kasus pada Senin (25/5). Dengan begitu, total kasus positif virus corona di Indonesia menJadi 22.750 kasus.

Pemerintah mengumumkan kasus positif virus corona pada Senin (25/5) bertambah 479 orang. Dengan begitu, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 22.750 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto juga menyebutkan ada tambahan pasien sembuh sebanyak 240 orang menjadi 5.642 orang. Sedangkan, kasus kematian akibat virus tersebut bertambah 19 orang menjadi 1.391 orang.

Dengan demikian, virus corona di Indonesia telah menjangkau 405 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. "Ini menjadi beban kita karena penambahan kasus masih terus terjadi," kata Yurianto pada Senin (25/5).

Lebih lanjut, dia menyatakan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 49.361 dan 12.342 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan jumlah tes yang dilaksanakan pemerintah telah mencapai 256.946 spesimen.

Advertisement

(Baca: Hampir 50% Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh)

Di sisi lain, dia meminta masyarakat tetap produktif meski pandemi corona. "Mari produktif, tetapi aman dari Covid-19," ujarnya.

Pemerintah pun telah mengeluarkan aturan dalam bekerja di era normal baru alias new normal. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Meski begitu, Yuri tetap mengimbau masyarakat agar bisa memprioritaskan kepentingan untuk bepergian ke luar rumah. Jika tak begitu mendesak, ia berharap masyarakat bisa lebih memilih untuk beraktivitas dari rumah.

(Baca: Panduan New Normal di Tempat Kerja: Etika Batuk, Jam Kerja & Vitamin C)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait