Pertamina Bakal Maksimalkan Teknologi Digital Saat Normal Baru

Pertamina menilai penggunaan teknologi digital lebih efektif dan efisien dalam mengelola blok migas.
Image title
8 Juni 2020, 15:36
pertamina, teknologi, digital, blok migas
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, pekerja Pertamina beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12). Pertamina bakal mengedepankan teknologi digital saat new normal.

Pertamina Hulu Mahakam atau PHM siap menyambut fase new normal. Perusahaan bahkan mengubah budaya kerja dengan mengedepankan teknologi digital.

Menurut General Manager PHM John Anis, teknologi digital bisa membuat perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola blok migas. "Memaksimalkan teknologi digitalisasi, sekali lagi demi efisiensi kerja yang maksimal," ujar John kepada Katadata.co.id, Senin (8/6).

Salah satu pemanfaatan teknologi digital yaitu penggunaan video conference, online training, dan work from home. Dengan cara tersebut, perusahaan bisa mengurangi perjalanan dinas. Sehingga menghemat biaya dan menjaga keuntungan perusahaan. 

Selain itu, pihaknya bakal terus berinovasi dan mencari terobosan teknologi baru. Terutama untuk menahan laju penurunan produksi secara alamiah di Blok Mahakam.

Advertisement

"Kami tetap aktif mencari peluang-peluang untuk menyiapkan masa depan, seperti peningkatan cadangan dengan mencari prospek ekplorasi," ujarnya.

(Baca: Pertamina Hulu Mahakam Bor Sumur Eksplorasi di Tengah Pandemi Corona)

(Baca: Ada Pandemi Corona, Pertamina Takut Produksi Blok Mahakam Tak Terserap)

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan perusahaan memang efektif dan efisien dalam mengelola blok migas sejak awal pandemi corona. Pasalnya, pandemi corona telah menyebabkan harga minyak anjlok.

Dengan optimalisasi biaya dan efisiensi, perusahaan berharap dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan pada tahun ini. "Bila nanti transisi menuju new normal berjalan baik dan situasi new normal tercapai, tentunya kegiatan operasi hulu Pertamina akan lebih cepat dalam mencapai target," kata Fajriyah.

Seperti diketahui, PHM selaku pengelola Blok Mahakam pun terpaksa efisiensi biaya imbah anjloknya harga minyak dunia. Salah satu upayanya dengan memangkas penggunaan rig dari empat menjadi dua rig.

Selain itu, PHM mengurangi jumlah pengeboran sumur pengembangan dari 117 menjadi 85 sumur. Meski begitu, dua sumur eksplorasi yang rencananya dibor pada tahun ini tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait