Jika Mengacu Formula, Harga BBM Bisa Turun Juli 2020

Harga minyak yang menjadi patokan harga BBM pada periode Mei-Juli diproyeksi turun, sehingga harga bahan bakar bisa ikut turun.
Image title
12 Juni 2020, 14:14
bph migas, bbm, harga minyak
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Ilustrasi, petugas SPBU menunggu konsumen di SPBU COCO Pertamina, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/4/2020). BPH Migas menyebut harga BBM bisa turun pada bulan depan.

Harga bahan bakar minyak atau BBM yang dijual di Indonesia hingga kini belum juga turun. Padahal, harga minyak dunia sudah anjlok cukup dalam.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas Fanshurullah Asa menyebut Menteri ESDM sudah memutuskan harga BBM tidak turun hingga saat ini. Pasalnya, konsumsi selama pandemi corona juga anjlok.

"Turunnya bahkan sampai 40%, sehingga pemerintah tidak menaikkan atau menurunkan BBM," kata Fanshurullah dalam webinar yang digelar pada Jumat (12/6).

Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi BBM memang turun cukup signifikan sejak Covid-19 menyebar di Indonesia. Konsumsi minyak tanah selama pandemi juga anjlok 14%, solar turun 40%, dan premium turun 30%.

Advertisement

Dengan kondisi tersebut, BPH Migas menyebut Pertamina bisa bangkrut. "Jika Pertamina colaps, siapa yang akan menyalurkan BBM ke seluruh Indonesia?" ujar dia.

(Baca: Pertamina Sebut Konsumsi BBM Mulai Naik Jelang Normal Baru)

(Baca: Pertamina Sebut Konsumsi BBM Mulai Naik Jelang Normal Baru)

Selain itu, Pertamina telah menurunkan harga BBM dua kali sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2019, harga Pertamax turun dari Rp 9.850 per liter menjadi Rp 9.200 per liter. Harga BBM tersebut kembali turun pada Februari tahun ini menjadi Rp 9.000 per liter.

Oleh karena itu, harga BBM pada Maret dan April tahun ini tidak berubah. Namun, harga BBM pada bulan depan bisa saja turun.

Menurut Fanshurullah, harga BBM ditetapkan berdasarkan formula harga yang ditetapkan Menteri ESDM. Dalam beleid itu, harga BBM mengacu pada harga minyak dua bulan lalu.

Jika harga minyak pada Mei-Juni 2020 turun, maka harga minyak pada bulan depan bisa turun. "Namun kita lihat saja kebijakan pemerintah di bulan depan seperti apa, turun atau bagaimana? Sebab, itu tergantung harga minyak dunia," kata dia.

Di sisi lain, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menilai kebijakan pemerintah tidak menurunkan harga BBM ketika pandemi sudah tepat. Pasalnya, pandemi corona menyebabkan permintaan bahan bakar menurun.

"Kalau harga diturunkan, kita semua di rumah, tidak ada gunanya," kata Ari.

Dia pun menulai, penurunan harga BBM baru bisa bermanfaat jika aktivitas bisnis dimulai kembali. Apalagi sekarang sudah dimulai tataran normal baru.

"Kita lihat apakah harga turun pada Juli 2020. Kalau harga turun, kita boleh jalan-jalan, itu dampaknya pada kemakmuran rakyat," ujar Ari.

Selain itu, penurunan harga BBM pada bulan depan bisa berdampak pada pemulihan ekonomi. Sebab, sektor transportasi dan industri mulai kembali beroperasi.

(Baca: Pertamina Tak Turunkan Harga BBM karena Harga Minyak Dunia Fluktuatif)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait