Harga Emas Turun Karena Dolar AS, Logam Mulia Antam Dijual Rp 898 Ribu

Harga logam Mulia Antam turun Rp 4 ribu menjadi Rp 898 ribu per gram. Penurunan tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas dunia.
Image title
16 Juni 2020, 09:10
harga emas, dolar, virus corona, covid-19, pandemi corona
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Ilustrasi, emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/2/2020). Harga emas dunia kembali turun karena dolar AS. Begitu juga dengan harga logam mulia Antam yang anjlok Rp 4.000 per gram.

Harga emas dunia turun terbatas pada perdagangan yang berakhir Senin (15/6) karena dolar Amerika Serikat menguat. Meski begitu, ketakutan terhadap gelombang kedua virus corona mampu menahan harga komoditas tersebut di atas US$ 1.700 per ounce.

Director of Metals Trading di High Ridge Futures David Meger mengatakan dalam situasi tak berisiko, dolar AS memang bisa menjadi aset yang menguntungkan. Di sisi lain, tidak ada stimulus yang mendukung kebangkitan harga emas.

"Sejak pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve, harga emas terus turun karena tidak mendapatkan stimulus moneter, dan tidak ada pengurangan suku bunga atau pembelian aset," ujar Meger dikutip dari Reuters pada Selasa (16/6).

The Fed mempertahankan suku bunga di angka 0-0,25% pada pekan lalu. Hal itu mendukung mata uang dolar AS yang terus naik lebih dari sepekan.

Advertisement

Analis Saxo Bank, Ole Hanse menambahkan, emas batangan bakal tertekan deflasi dalam jangka pendek. Pasalnya, inflasi terus mengecil sejalan dengan turunnya permintaan konsumen dan pembukaan kembali ekonomi yang melambat.

"Hal itu menurunkan permintaan emas," kata Hansen. Spekulan telah memangkas kontrak emas dan perak dalam sepekan yang berakhir 9 Juni 2020 di bursa Comex.

(Baca: Pasar Cemas Pemulihan Ekonomi Lambat, Harga Emas Naik ke US$ 1.733,45)

(Baca: Dibayangi Antusiasi Pemulihan Ekonomi, Harga Emas Turun Tipis 0,07%)

Meski begitu, ada ketakutan terhadap gelombang kedua virus corona. Apalagi, pemerintah Kota Beijing mencatat lusinan kasus baru dalam beberapa hari belakangan.

Di sisi lain, Pemerintah AS juga menyatakan ada lebih banyak kasus Covid-19 di negara tersebut. Hal itu bisa menekan bursa saham dan menguntungkan harga emas.

Harga emas saat ini pun masih berada di atas level US$ 1.700 per ounce. Analis memproyeksi harga emas bakal tetap positif dalam jangka panjang.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (16/6) pukul 07.05 WIB, harga emas di pasar Spot naik 0,11% menjadi US$ 1.727,04 per ounce. Sedangkan harga emas di bursa Comex naik 0,28% menjadi US$ 1.732,10 per ounce

Meski begitu, harga emas Antam pada hari ini justru turun Rp 4 ribu menjadi Rp 898 ribu per gram. Untuk harga emas jual kembali di Butik Antam Pulo Gadung pukul 08.33 WIB turun Rp 6.000 menjadi Rp 787 ribu per gram. 

Adapun harga emas Antam berdasarkan bobot yang dijual di Butik Emas Pulo Gadung seperti dilansir www.logammulia.com pada hari ini, sebagai berikut:

Emas batangan 0,5 gram Rp 479.000

Emas batangan 1 gram Rp 898.000

Emas batangan 2 gram Rp 1.736.000

Emas batangan 3 gram Rp 2.579.000

Emas batangan 5 gram Rp 4.270.000

Emas batangan 10 gram Rp 8.475.000

Emas batangan 25 gram Rp 21.062.000

Emas batangan 50 gram Rp 42.045.000

Emas batangan 100 gram Rp 84.012.000

Emas batangan 250 gram Rp 209.765.000

Emas batangan 500 gram Rp 419.320.000

Emas batangan 1.000 gram Rp 838.600.000

(Baca: Harga Emas Antam Naik Rp 6.000/Gram Jelang Pertemuan Bank Sentral AS)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait