Pasokan dari AS Melimpah, Harga Minyak Turun Lagi ke Level US$ 37

Pasokan minyak AS mencapai level tertinggi dalam dua minggu berturut-turut di kisaran 539 juta barel. Hal itu menekan harga minyak dunia.
Image title
18 Juni 2020, 08:45
harga minyak, amerika serikat, kilang, covid-19, virus corona, pandemi corona
KATADATA
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak tertekan gelombang kedua virus corona dan peningkatan pasokan di Amerika Serikat.

Harga minyak dunia jatuh lagi pada perdagangan Kamis (18/6) waktu Indonesia karena kekhawatiran lonjakan kasus baru Covid-19. Selain itu, pasokan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang naik cukup tinggi juga menekan harga komoditas tersebut. 

Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.37 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 turun 1,28% ke level US$ 40,19 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2020 turun 1,69% ke level US$ 37,39 per barel.

Persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu naik ke rekor tertinggi dalam dua minggu berturut-turut di kisaran 539 juta barel. Sebaliknya, stok produk distilasi turun setelah berminggu-minggu melonjak signifikan.

"Melemahnya harga minyak hari ini, tampaknya terkait dengan lonjakan stok minyak mentah dan kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar karena virus corona," kata Wakil Presiden Riset Pasar Gene McGillian di Tradition Energy, Stamford, Connecticut seperti dilansir dari Reuters pada Kamis (18/6).

Advertisement

(Baca: Harga Minyak Turun Lagi Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19)

(Baca: SKK Migas Proyeksi Harga Minyak Bisa Naik ke Level US$ 60 pada 2024)

Pemerintah AS menyatakan permintaan bahan bakar turun 20% selama empat minggu terakhir dari tahun sebelumnya. Adapun, produksi minyak mentah AS turun 600.000 barel per hari pekan lalu menjadi 10,5 juta barel per hari, produksi terendah sejak Maret 2018.

Salah satu penyebabnya yaitu Badai Cristobal yang menutup lebih dari sepertiga produksi minyak lepas pantai AS. Namun, produsen shale oil AS diperkirakan bisa memulihkan setengah juta barel per hari dari produksi minyak mentah pada akhir Juni 2020.

Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia atau WHO berencana memperbarui pedoman pengobatan virus corona setelah obat kortikosteroid deksametason dapat mengurangi tingkat kematian pasien Covid-19. Meski begitu, virus tersebut telah menyebar di beberapa bagian Amerika Serikat.

Selain itu, gelombang kedua kasus positif di Beijing mulai terlihat. Otoritas setempat telah membatalkan penerbangan dan menutup sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona di ibu kota Tiongkok.

(Baca: Harga Minyak Turun Lagi ke US$ 38 Akibat Potensi Permintaan Anjlok)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait