OPEC Patuhi Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Naik Jadi US$ 41,6

Anggota OPEC+ memutuskan memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari mulai Mei-Juli 2020 untuk mendorong harga minyak dunia.
Image title
19 Juni 2020, 08:48
harga minyak, opec
KATADATA
Ilustrasi, pengeboran minyak lepas pantai. Langkah Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC untuk memangkas produksi menopang harga minyak pada Jumat (19/6).

Harga minyak dunia akhirnya menguat pada Jumat (19/6) waktu Indonesia. Hal itu dipicu kepatuhan Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC dan sekutunya memangkas produksi 9,7 juta barel per hari. Meski begitu, pasar tetap khawatir gelombang kedua virus corona yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.30 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 naik 0,22% ke level US$ 41,60 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2020 turun 0,33% ke level US$ 38,97 per barel.

Panel OPEC pada pertemuan kemarin menekan negara-negara sekutu seperti Irak dan Kazakhstan untuk mematuhi pemotongan minyak yang lebih besar. Organisasi itu juga kemungkinan memperpanjang pemotongan produksi mulai Agustus 2020. Meskipun sumber Reuters menyebut pertemuan itu tidak rekomendasi perpanjangan pemotongan hingga Agustus 2020.

Panel yang dikenal sebagai Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) menyarankan OPEC dan negara sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ untuk bertemu lagi pada 15 Juli 2020. Pertemuan tersebut bakal membahas rekomendasi perpanjangan pemotongan produksi untuk mendukung harga minyak.

(Baca: Pasokan dari AS Melimpah, Harga Minyak Turun Lagi ke Level US$ 37)

(Baca: Pasokan dari AS Melimpah, Harga Minyak Turun Lagi ke Level US$ 37)

OPEC + telah memangkas produksi sejak Mei dengan rekor 9,7 juta barel per hari (bpd) atau 10% dari pasokan global. Kepatuhan OPEC + untuk memangkas produksi pada bulan mencapai 87%. 

Di sisi lain, kekhawatiran permintaan bahan bakar meningkat setelah lonjakan kasus virus corona. Pemerintah Kota Beijing bahkan telah membatalkan penerbangan dan menutup sekolah sementara setelah muncul kasus baru Covid-19. Kemudian, beberapa negara bagian AS, termasuk Texas, Florida dan California juga melaporkan peningkatan tajam kasus baru Covid-19.

Kenaikkan stok minyak mentah secara mingguan di AS selama dua pekan berturut-turut ke rekor tertinggi ikut membebani harga minyak. Meskipun data pemerintah AS menunjukkan persediaan bensin dan sulingan lebih rendah, yang menunjukkan permintaan mulai merangkak naik.

OPEC memperingatkan dalam laporan bulanan bahwa pasar tetap surplus pada paruh kedua bahkan ketika permintaan bahan bakar meningkat. Organisasi itu memproyeksi pasokan dari luar grup mencapai sekitar 300.000 barel per hari, lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

(Baca: OPEC: Permintaan Minyak Mulai Naik Meski Pandemi Corona Belum Berakhir)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait