Ancam Pecat 100 Karyawan Bulog, Buwas: Mereka Bagian dari Mafia

Dirut Bulog Budi Waseso menggandeng Polri untuk menganalisa secara hukum kinerja 100 karyawan yang diduga bagian dari mafia.
Image title
Oleh Rizky Alika
25 Juni 2020, 14:52
bulog, beras
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Dirut Bulog Budi Waseso di gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Budi Waseso mengancam memecat 100 karyawan yang diduga terlibat mafia.

Perum Bulog terus mengevaluasi kinerja karyawannya. Pasalnya, ada dugaan keterlibatan mafia dalam perusahaan pelat merah itu.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya telah mengevaluasi kinerja karyawan hingga Rabu (24/6). Terdapat 100 karyawan yang berpotensi dipecat karena diduga bagian dari mafia.

"Ini orang yang sulit diubah. Berpikir sudah luar biasa, justru ini bagian dari mafia yang ada di internal Bulog," kata Budi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV, Kamis (25/6).

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut bahkan meminta bantuan analisa hukum dari Kepolisian Indonesia untuk mengevaluasi 100 karyawan. Dari hasil evaluasi saat ini, dia menyebut, kinerja para karyawan tidak bisa ditoleransi.

"Perusahaan sudah terbebani manusia itu,  jadi dibersihkan, kalau tidak jadi penyakit menular," ujar dia.

(Baca: Erick Thohir Ingatkan Mafia Beras tak Mainkan Harga di Tengah Corona)

Sebelumnya Buwas mengatakan telah memantau kinerja perusahaan selama setahun terakhir. Salah satu hasil pemantauannya terkait kualitas beras perusahaan yang buruk. Misalnya, aduan beras bantuan sosial (bansos) yang berkutu dan tak layak konsumsi.

Hal itu langsung diselidiki dan ditemukan bahwa ada beras yang berkualitas buruk yang dikemas dalam kantong Bulog. Padahal, menurut Buwas, beras tersebut bukan beras Bulog, melainkan beras yang dipasok dalam kemasan berlogo perusahaan.

"Waktu itu ada temuan, langsung kami tahan. Termasuk bila ditemukan satu kutu saja, harus kami tangani, ganti, dan kami telusuri dari mana kutu itu bisa masuk," ujarnya.

Untuk mengontrol kualitas beras, Bulog telah menyediakan mesin rice to rice yang ditempatkan di setiap gudang. Dengan demikian, beras Bulog mengalami peningkatan kualitas.

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait