Harga Minyak Mulai Naik, Menteri ESDM Tak Berencana Turunkan Harga BBM

Menteri ESDM menyebut harga BBM di Indonesia tidak lebih tinggi dari mayoritas negara ASEAN.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
26 Juni 2020, 07:38
bbm, harga minyak, esdm
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, SPBU. Menteri ESDM Arifin Tasrif belum berencana menurunkan harga BBM karena harga minyak mulai naik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM hingga kini belum menurunkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Padahal, harga minyak dalam beberapa bulan terakhir telah anjlok cukup dalam.

Menteri ESDM Arifin Tasrif beralasan harga minyak saat ini telah naik. Sehingga pemerintah belum berencana menurunkan harga BBM.

"Ada peningkatan harga MOPS dan Brent internasional. Sirklus (harga) crude internasional ini cepat sekali," ujar Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI pada Kamis (25/6).

Selain itu, menurut dia, Pertamina telah menanggung beban keuangan yang cukup besar. Perusahaan pelat merah itu harus menanggung subsidi dan kompensasi terlebih dahulu ketika harga minyak mentah berada di kisaran US$ 70 per barel.

(Baca: Menteri ESDM Jelaskan Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite)

Dia juga menyebut harga BBM di Indonesia tidak lebih tinggi dari harga bahan bakar di negara kawasan Asia Tenggara. "Harga di Indonesia masih di level yang tidak lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN, yang lebih rendah hanya Malaysia dan Vietnam, itu (harganya) tipis saja," kata Arifin.

Harga BBM dihitung berdasarkan formula harga yang ditetapkan Menteri ESDM. Dalam beleid itu, harga BBM mengacu pada harga minyak tiga bulan terakhir.

Jika harga minyak pada Mei-Juni 2020 turun, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas memproyeksi  harga BBM pada Juli 2020 bisa turun. "Namun kita lihat saja kebijakan pemerintah di bulan depan seperti apa, turun atau bagaimana? Sebab, itu tergantung harga minyak dunia," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pada Jumat (12/6).

Di sisi lain, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menilai kebijakan pemerintah tidak menurunkan harga BBM ketika pandemi sudah tepat. Pasalnya, permintaan bahan bakar jugas sedang menurun.

Dia pun menilai, penurunan harga BBM baru bisa bermanfaat jika aktivitas bisnis dimulai kembali. "Kita lihat apakah harga turun pada Juli 2020. Kalau harga turun, kita boleh jalan-jalan, itu dampaknya pada kemakmuran rakyat," ujar Ari.

Selain itu, penurunan harga BBM pada bulan depan bisa berdampak pada pemulihan ekonomi. Sebab, sektor transportasi dan industri mulai kembali beroperasi.

(Baca: Pertamina Belum Ada Niat Turunkan Harga BBM )

Video Pilihan

Artikel Terkait