Pengelola Mal Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Demi Cegah Covid-19

Pengelola mal memastikan protokol kesehatan dijalankan dari mulai pintu masuk sampai toilet. Hal itu untuk mencegah pengunjung mal tertular Covid-19.
Dimas Jarot Bayu
26 Juni 2020, 12:33
mal atau pusat perbelanjaan, kesehatan, covid-19, virus corona, pandemi corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Suasana Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat yang sepi pengunjung. Pengelola mal atau pusat perbelanjaan telah menyiapkan protokol kesehatan untuk mencegah pengunjung tertular Covid-19.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI telah menyiapkan protokol kesehatan di mal atau pusat perbelanjaan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan tersebut dilaksanakan mulai dari pintu masuk mal hingga toilet.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat menjelaskan pihaknya telah menyiapkan jalur antrean di pintu masuk mal untuk mengukur suhu tubuh pengunjung dan karyawan. "Maksimal suhu tubuh yang diizinkan masuk di DKI Jakarta adalah 37,5 derajat celsius. Kalau memang lebih tinggi itu tidak diizinkan sama sekali masuk gedung, baik karyawan atau pengunjung," ujar Ellen di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (26/6).

Para pengunjung dan karyawan juga diminta mencuci tangannya sebelum masuk ke dalam mal. Ellen mengatakan, pihak pengelola mal menyediakan penyanitasi tangan atau wastafel di area pintu masuk yang bisa digunakan pengunjung dan karyawan.

Kemudian, dia menyebut, pengelola mal telah membuat jalan satu arah di dalam mal. Misalnya, jalan masuk dibuat di sisi kiri mal, sedangkan jalan keluar ada di sisi kanan.

Sejumlah tanda juga telah dipasang untuk mengarahkan laju pengunjung. "Sehingga dari tanda arah, diusahakan tidak terjadi pertemuan (antarorang) di satu arah," kata Ellen.

(Baca: Pengelola Mal Sebut Pengunjung Sepi Karena Takut Tertular Covid-19)

Pihak pengelola mal juga telah memasang tanda berdiri di eskalator. Dengan demikian, para pengunjung bisa menjaga jarak sejauh tiga langkah ketika menaiki eskalator.

Hal serupa juga dilakukan di lift mal. Alhasil, kapasitas di lift saat ini hanya sebanyak 7-8 orang. "Pada saat menaiki lift itu kita sudah tidak bisa lagi seperti zaman normal dulu," kata Ellen.

Dia mengatakan para pengunjung yang akan memasuki gerai tenant akan kembali diukur suhu tubuhnya. Mereka juga wajib mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki gerai.

Sedangkan protokol kesehatan restoran dilaksanakan dengan memberikan tanda pada tempat duduk agar pengunjung bisa menjaga jarak saat menyantap makanannya. "Ada yang beri tanda silang, ada yang beri tanda ini tidak boleh diduduki. Tetap jarak kurang lebih satu meter adalah suatu keharusan," kata dia.

Untuk fasilitas musala, pihak pengelola mal telah memasang tanda jarak bagi pengunjung yang mau beribadah. Pihak pengelola mal juga tak menyediakan karpet di musala.

Para pengunjung diminta membawa peralatan salat sendiri ketika ingin beribadah di mal. "Untuk fasilitas publik seperti toilet  juga harus antre, tidak boleh sembarangan masuk, ada yang jaga," kata dia.

Lebih lanjut, Ellen mengatakan setiap mal memiliki tim gugus kendali corona. Tim ini terdiri dari pihak manajemen dan petugas keamanan mal.

Menurutnya, tim gugus kendali corona bertugas untuk menegur para pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada di mal. "Setiap jam mereka beredar dengan gunakan faceshield," ujarnya.

Sekadar informasi, mal dan pertokoan nonpangan di DKI Jakarta telah dibuka sejak dimulainya masa transisi PSBB pada 15 Juni 2020. Taman rekreasi baik indoor maupun outdoor mulai beroperasi pada 20-21 Juni 2020.

Jika nantinya terdapat jumlah lonjakan kasus positif Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menutup seluruh aktivitas tersebut. Upaya itu berdasarkan kebijakan rem darurat atau emergency break policy yang telah disusun pemerintah.

Advertisement
Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait