Pertamina Investasi Rp 2,2 T untuk Tingkatkan Produksi Blok Mahakam

Pertamina berharap investasi tersebut bisa meningkatkan produksi migas Blok Mahakam sebesar 20% pada 2024.
Image title
29 Juli 2020, 16:17
pertamina, blok mahakam, produksi migas
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12). Pertamina mengucurkan investasi hingga Rp 2,19 triliun untuk meningkatkan produksi Blok Mahakam hingga 20% pada 2024.

Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memulai pengerjaan konstruksi tiga anjungan lepas pantai untuk Blok Mahakam. Proyek dengan investasi sebesar US$ 105 juta atau sekitar Rp 2,19 triliun itu diharapkan mampu meningkatkan 20% produksi migas perusahaan pada 2024.

“Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan itu diharapkan mencapai 120 MMSCFD,” kata Pth. Direktur Utama PHM Danar Dodjoadhi dalam siaran pers pada Rabu (29/7).

Pengerjaan tiga proyek tersebut ditandai dengan  penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning (EPSCC) oleh Danar dengan Direktur PT Meindo Elang Indah (MEI) Stephanie Chan di Jakarta, Senin (27/7). Kontrak EPSCC itu berdurasi 18 bulan dengan komitmen tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 51,2%. 

Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menyambut baik realisasi proyek tersebut di tengah pandemi Covid-19. Terlebih lagi, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari program pencapaian target produksi 1 juta barel minyak pada 2030.

“Kami memberikan apresiasi kepada PHM yang dapat melaksanakan proses tender ini secara tepat waktu yaitu selama 88 hari,” kata Sulistya.

SKK Migas pun mendorong agar pelaksanaan kontrak itu menggunakan tenaga kerja dan bahan baku dalam negeri. Sehingga kandungan lokal dapat melebihi target perusahaan.

Proyek itu juga diharapkan memberi efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja lokal di lokasi pekerjaan, yaitu Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pada saat pekerjaan puncak, Sulistya memproyeksi proyek itu bakal menyerap 900 hingga 1,000 tenaga kerja.

Selain itu, SKK Migas berharap realisasi proyek dapat berjalan dengan efisien. Sehingga PHM bisa menghemat hingga US$ 17,6 juta dari kontrak owner estimate yang diusulkan kepada SKK Migas.

Terakhir, Sulistya mengingatkan agar pengerjaan proyek tersebut berpedoman pada protokol kesehatan. Pasalnya, aspek kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal utama dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas.

Adapun, ketiga anjungan yang akan dibangun itu akan dipasang di Lapangan South Mahakam, North Sisi, dan North Nubi untuk Lapangan Sisi Nubi. Proyek yang dinamai JSN itu diharapkan selesai pada kuartal IV tahun 2021.

Dalam proyek JSN, PHM telah menyusun berbagai upaya efisiensi dari sisi desain, sehingga anjungan yang dibangun lebih ringan 66% namun tetap sesuai dengan kapasitas cadangan gas yang ada. Gas yang diproduksi dari proyek JSN bakal disalurkan ke kilang pengolahan PT Pertamina Refinery Unit (RU) 5 di Balikpapan.

Video Pilihan

Artikel Terkait