Tiga Tip Maksimalkan Siswa Belajar Online Selama Pandemi Corona

Salah satu tip belajar online selama pandemi corona yaitu orang tua perlu membangun interaksi yang positif dengan guru.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
5 Agustus 2020, 08:05
belajar online, digital, pendidikan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Pelajar kelas 5 SDN Kalibaru 05 Pagi, M Alfa Maulana Subekhi (kanan) bersama kakaknya yang bersekolah di SMA Negeri 13 Jakarta, Wahyu Aji Satrio (kiri) mengikuti pembelajaran jarak jauh di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2020). Peran orang tua dan guru sangat penting dalam proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi corona.

Pandemi corona memaksa para siswa bersekolah secara online dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyiapkan tiga tips agar kegiatan pembelajaran jarak jauh (PPJ) lebih maksimal.

Pertama, orang tua perlu memantau siswa selama kegiatan PJJ berlangsung dan membangun interaksi yang positif dengan para guru. Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. 

Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp agar tetap terkoneksi dengan guru dan para orang tua siswa lainnya. Orang tua siswa dan guru bisa berdiskusi terkait penyampaian progres pembelajaran online siswa di rumah.

"Pada kegiatan PJJ, peranan orang tua menjadi penting untuk memastikan proses berjalan dengan baik sehingga adaptive learning bisa menjadi optimal," ujar Head of Commercial Pintek Yasser M. Syaiful dalam video conference, Selasa (4/8). 

Kedua, orang tua harus membimbing para siswa untuk menggunakan berbagai fitur teknologi pada platform atau aplikasi yang digunakan selama PJJ. Aplikasi pembelajaran maupun video meeting biasanya memiliki fitur kamera, microphone, kolom komentar, hingga merekam proses diskusi belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.

Namun, tak semua siswa mahir menggunakan fitur-fitur tersebut. "Bapak dan ibu (siswa) harus membiasakan anak untuk berbicara di depan kamera, cara menggunakan fitur mute, dan sebagainya. Itu harus dipelajari bersama-sama," ujar Yasser. 

 

Ketiga, para guru perlu mendorong kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Konsultan Psikologi & Coach Trainer Achsinfina H. Sinta mengatakan salah satu permasalahan dalam PPJ yaitu suasana yang tidak kondusif karena belajar dari rumah.

"Peran guru sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif melalui inovasi ataupun metode pembelajaran yang baru, misalnya lewat kegiatan belajar sambil bermain," ujar Achsinfina.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan dari rumah dengan dibantu aplikasi digital. Setidaknya terdapat 4.183.591 guru/dosen yang mengajar melalui metode pembelajaran jarak jauh.

Dari jumlah tersebut, para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah paling banyak mengajar dari rumah. Jumlahnya mencapai 1.702.377 guru.

Kemudian pengajar Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diikuti dengan 895.799 guru. Pembelajaran jarak jauh menekankan pada tatap muka virtual antara pengajar dengan murid.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait