Chevron Lepas Proyek IDD, Namun Akuisisi Noble Energy Rp 74 Tirliun

Chevron menyebut proyek IDD tidak bisa bersaing dengan protofolio global. Terlebih lagi Chevron akan mengakuisisi Noble Energy.
Image title
7 Agustus 2020, 20:30
Chevron, migas
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi, logo Chevron. Chevron akan melepas proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) dan membeli mengakuisis Noble Energy senilai Rp 74 triliun.

Chevron Pacific Indonesia bakal melepas proyek Indonesia Deep Water Development atau IDD tahap II. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu disebut-sebut bakal melego hak partisipasinya seharga US$ 5 miliar atau sekitar Rp 73 triliun (kurs dolar AS Rp 14.672).

Meski begitu, Manager Corporate Communication Chevron Pasific Indonesia Sonitha Poernomo tak menjelaskan secara detail valuasi kedua blok migas tersebut. "Kami tidak bisa memberikan informasi secara rinci tentang negosiasi komersial," ujar dia kepada Katadata.co.id, Jumat (7/8).

Chevron beralasan proyek tahap IDD tahap II yang terdiri dari Blok Ganal dan Blok Rapak tidak masuk keekonomian perusahaan. Proyek tersebut juga tak dapat bersaing dengan portofolio Chevron secara global.

Di sisi lain, Chevron berencana membeli saham perusahaan migas Noble Energy senilai US$ 5 miliar. Aksi korporasi tersebut merupakan nilai akuisisi terbesar sejak pandemi corona memukul harga minyak ke level terendah.

Dilansir dari Reuters, Chevron merupakan salah satu perusahaan minyak AS yang mampu bertahan di tengah krisis akibat Covid-19. Sepanjang triwulan pertama 2020, perusahaan itu mampu membukukan kas sebesar US$ 8,5 miliar.

Dana tersebut didapat dari pembatalan akuisisi Andarko sebesar US$ 33 miliar pada tahun lalu. Selain itu, perusahaan segera memangkas pengeluaran setelah harga minyak jatuh.

Alhasil, Chevron mampu meningkatkan investasi pada proyek shale di AS. Perusahaan itu juga bisa mengakuisisi Noble Energy yang memiliki aset migas unggulan di Leviathan, Israel.

Aset tersebut mengandung cadangan gas alam terbesar sekawasan Mediterania Timur. Akuisisi itu juga menjadikan Chevron sebagai perusahaan minyak pertama yang masuk ke Israel.

 

 

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan akuisisi tersebut menunjukkan kondisi pasar energi Israel yang bagus. Sedangkan Senior Vice President Wood Mackenzie Tom Ellacott menilai lapangan gas Israel itu bakal menyeimbangkan portofolio gas di kawasan tersebut.

Pasalnya, perusahaan minyak dalam tekanan untuk mengurangi produksi karbon. Gas menjadi alternatif bahan bakar yang lebih bersih.

Selain itu, akuisisi Noble Energy bakal menjadikan Chevron sebagai perusahaan dengan aset shale terbesar di Colorado karena berhasil menguasai Permian Basin yang jadi lapangan shale teratas di AS.

Sedangkan proyek IDD terdiri dari tiga blok yakni Makassar Strait, Rapak dan Ganal. Di dalam kontrak Makassar Strait hanya ada Lapangan West Seno. Blok Makassar Strait yang habis kontrak tahun ini pun dikembalikan Chevron ke pemerintah. 

Namun, Lapangan West Seno tetap dioperasikan oleh Chevron dan dimasukkan ke dalam proyek IDD. Selain itu, Chevron juga mengelola Lapangan Maha dan Muara Bakau.

Perusahaan AS itu juga mengelola Blok Ganal dalan proyek IDD. Blok tersebut terdiri dari Lapangan Gendalo, Gandang dan Gehem. Sebagian dari Lapangan Gehem ada di kontrak Rapak. Selain itu, ada juga Lapangan Bangka yang juga masuk ke dalam Blok Rapak. 

Reporter: Verda Nano Setiawan, Febrina Ratna Iskana

Video Pilihan

Artikel Terkait