Harga Minyak Naik Terdorong Stimulus AS dan Pemangkasan Produksi Irak

Permintaan bahan bakar minyak juga mulai pulih. Hal itu menjadi salah satu sentimen positif bagi harga minyak.
Image title
10 Agustus 2020, 09:13
harga minyak, amerika serikat, irak
Katadata | Dok.
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak naik pada perdagangan Senin (10/8) karena harapan tambahan stimulus AS dan pengurangan produksi minyak Irak.

Harga minyak dunia terkerek naik pada perdagangan Senin (10/8) pagi. Hal itu dipicu harapan tambahan stimulus ekonomi Amerika Serikat (AS) dan pemangkasan produksi minyak oleh Irak. 

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 08.00 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 naik 1,04% persen menjadi US$ 44,86 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 naik 1,36 persen menjadi US$ 41,78 per barel.

Perselisihan antara Partai Demokrat dan Gedung Putih terkait tambahan stimulus Covid-19 diproyeksi akan berakhir.  Ketua Parlemen AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bersedia untuk memulai kembali pembicaraan tentang kesepakatan stimulus tahun ini.

Bersamaan dengan hal itu, CEO Arab Saudi Aramco Amin Nasser menyatakan optimismenya terhadap pasar minyak. Pasalnya, dia melihat permintaan minyak di Asia mulai pulih akibat pelonggaran karantina wilayah. 

“Ada sedikit hal positif berasal dari komentar Saudi Aramco, yang melihat adanya pemulihan dalam permintaan,” kata ahli strategi pasar AxiCorp Stephen Innes seperti dilansir dari Reuters, Senin (10/8).

Di sisi lain, Irak menyatakan akan menambah pemangkasan produksi minyak hingga 400.000 barel per hari pada Agustus dan September 2020. Hal itu untuk mengompensasi kelebihan produksi dalam tiga bulan terakhir.

Dengan begitu, pemotongan minyak Irak secara total mencapai 1,25 juta barel per hari mulai bulan ini hingga tahun depan. Langkah tersebut akan membantu memenuhi rencana pemangkasan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC +).

"Arab Saudi dan Irak menjalin hubungan yang lebih baik atas kesepakatan minyak. Ini  sangat baik untuk prospek ke depannya," kata Innes.

Menteri Energi Saudi dan Irak mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa upaya OPEC + akan meningkatkan stabilitas pasar minyak global. Organisasi tersebut juga akan mengirimkan sinyal positif untuk menyeimbangkan pasar minyak.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait