Menteri ESDM Minta Dirjen Minerba Baru Genjot Investasi Sektor Tambang

Menteri ESDM juga meminta Ridwan merealisasikan program hilirisasi dan mempersiapkan aturan pelaksanaan UU Minerba.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
10 Agustus 2020, 16:10
esdm, minerba
ANTARA FOTO/REUTERS/Yusuf Ahmad
Ilustrasi, bijih nikel. Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta Dirjen Minerba yang baru menggenjot investasi sektor pertambangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Arifin Tasrif resmi melantik Ridwan Djamaluddin sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara atau Dirjen Minerba pada Senin (10/8). Ia berharap Ridwan dapat menggenjot Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan investasi di sektor pertambangan.

Apalagi kondisi perekonomian saat ini terpuruk akibat pandemi corona. Oleh karena itu, pemerintah harus memaksimalkan investasi dan PNBP. Adapun, target PNBP tahun ini sebesar Rp 90,22 triliun.

"Dirjen Minerba sebagai salah satu unit portofolio Kementerian ESDM memiliki tugas dan fungsi yang strategis dan pengelolaan sumber daya minerba termasuk penerimaan negara," kata Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Senin (10/8).

Selain itu, dia juga meminta agar Ridwan mampu merealisasikan program hilirisasi yang terus dicanangkan pemerintah. Sehingga hal tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi negara.

"Saya minta Dirjen Minerba mampu melaksanakan program hilirisasi minerba, pengelolaan perizinan, pelaksanaan birokrasi, dan pengawasan pertambangan, serta pembinaan bagi inspektur tambang," ujarnya.

Ridwan juga diminta untuk mempersiapkan aturan pelaksanaan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan Batubara. Menanggapi hal itu, Ridwan siap untuk melaksanakan perintah yang diminta oleh Menteri ESDM. Dia pun akan berusaha semaksimal mungkin merealisasikan target-target yang diminta oleh Menteri ESDM.

"Perintahnya menyiapkan turunan undang-undang, meningkatkan nilai tambah, dan manfaat hilirisasi. Mungkin bahasa umumnya diperbaiki yang kurang, dibuatkan turunannya, tinggal pelaksanaan saja atau kalau ditambahkan berpikir jauh ke depan," ujar Ridwan saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (10/8)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait