Jokowi Minta Daerah Percepat Belanja Anggaran Agar RI Tak Resesi

Jokowi menyebut percepatan belanja anggaran di kuartal III penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga Indonesia terhindar dari resesi.
Dimas Jarot Bayu
11 Agustus 2020, 13:55
jokowi, resesi, anggaran, daerah
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020). Jokowi meminta pemerintah daerah mempercepat belanja anggaran agar ekonomi Indonesia terhindar dari resesi ekonomi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar para kepala daerah mempercepat penyerapan APBD. Dengan begitu, Indonesia bisa terhindar dari resesi ekonomi.

Jokowi menyebut banyak daerah yang memilih mengendapkan anggaran di bank hingga saat ini. "(APBD) masih Rp 170 triliun di bank, artinya penggunaannya memerlukan kecepatan terutama di kuartal III 2020," kata Jokowi di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Menurut dia, percepatan belanja APBD penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020. Dengan demikian, Indonesia bisa keluar dari jurang resesi ekonomi.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 telah terkontraksi menjadi -5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekonomi juga tercatat negatif 4,19% dibandingkan kuartal I 2020 dan minus 1,62% pada sepanjang semester pertama tahun ini dibandingkan semester I 2019.

"Kuncinya ada di Juli, Agustus, dan September, supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi," kata Jokowi.

Meski ekonomi Indonesia menjadi -5,32% pada kuartal II 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Jokowi meminta agar masyarakat tetap bersyukur. Itu lantaran penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak separah negara-negara lain.

Dia lantas mencontohkan Italia yang pertumbuhan ekonominya -17,3%, Jerman mengalami kontraksi menjadi -11,7%, dan Prancis turun hingga -19%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) anjlok hingga mencapai -9,5%.

"Ini patut kita terus alhamdulillah, patut kita syukuri itu," kata Jokowi.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait