Harga Minyak Berbalik Turun Meski Permintaan BBM di AS Meningkat

Harga minyak sempat melambung hingga 2% karena pasokan minyak mentah AS menyusut. Hal itu dipicu permintaan BBM yang meningkat.
Image title
13 Agustus 2020, 08:37
harga minyak, amerika serikat, BBM
KATADATA
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak pada Kamis (13/8) berbalik turun meskipun pasokan bahan bakar Amerika Serikat turun.

Harga minyak dunia berbalik turun pada perdagangan Kamis (13/8) waktu Indonesia. Padahal, harga sempat naik hingga 2% pada sesi sebelumnya karena persediaan minyak Amerika Serikat (AS) menyusut.

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 07.41 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 turun 0,09% menjadi US$ 45,39 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2020 turun 12% menjadi US$ 42,62 per barel.

Harga minyak kembali anjlok di tengah persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS yang turun pada pekan lalu. Data Energy Information Administration (EIA) menyatakan permintaan bahan bakar AS naik menjadi 19,37 juta barel per hari pekan lalu, tertinggi sejak Maret 2020.

EIA juga melaporkan pasokan minyak AS turun 4,5 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters sebesar 2,9 juta barel. Produksi minyak mentah pun turun menjadi 10,7 juta barel per hari dari 11 juta barel per hari dalam seminggu.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 990.000 barel per hari tahun ini menjadi 11,26 juta barel per hari. Penurunan tersebut lebih dalam dari proyeksi bulan lalu sebesar 600.000 barel per hari.

Di sisi lain, Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC memproyeksi permintaan minyak dunia akan turun 9,06 juta barel per hari pada tahun ini. Angka tersebut lebih besar dari proyeksi penurunan permintaan minyak pada bulan lalu sebesar 8,95 juta barel per hari.

Berdasarkan data dari Petroleum Planning and Analysis Cell (PPAC) dari Kementerian Perminyakan & Gas Alam India, konsumsi bahan bakar olahan turun menjadi 15,68 juta ton pada Juli. Angka tersebut turun 11,7% secara tahunan dan 3,5% di bawah level Juni 2020. 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait