Harga Minyak Naik Setelah Badai Hantam Fasilitas Migas Teluk Meksiko

Badai di Teluk Meksiko menyebabkan produksi minyak AS menurun. Sehingga harga minyak pada Senin (24/8) naik sekitar 0,2 persen.
Image title
24 Agustus 2020, 08:54
harga minyak, amerika serikat, badai
Katadata
Ilustrasi, anjungan migas lepas pantai. Harga minyak pada Senin (24/8) naik didorong hantaman badai yang melanda fasilitas produksi migas di Teluk Meksiko.

Harga minyak dunia terkerek naik pada perdagangan Senin (24/8) waktu Indonesia. Hal itu dipicu hantaman badai yang melanda Teluk Meskiko.

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 08.00 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 naik 0,2 persen menjadi US$ 44,44 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 naik 0,21% menjadi US$ 42,43 per barel.

Badai Marco dan Badai Tropis Laura melanda Karibia dan Teluk Meksiko pada hari Minggu (23/8). Hal itu pun memaksa perusahaan energi untuk menarik para pekerja dari anjungan lepas pantai.

Produsen minyak pun menutup 58% produksi minyak lepas pantai Teluk dan 45% produksi gas alam. Padahal, wilayah tersebut menyumbang 17% dari total produksi minyak dan 5% dari produksi gas alam Amerika Serikat (AS).

"Harga minyak mentah naik lebih tinggi karena masalah ganda di Atlantik dapat menyebabkan gangguan besar dengan operasi minyak di Teluk Meksiko," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York seperti dilansir dari Reuters pada Senin (24/8).

Meski demikian, menurut Edward, kenaikan harga minyak itu bakal diredam kembali oleh ketidakpastian ekonomi akibat pandemi corona. Hal itu berpengaruh pada prospek permintaan minyak mentah.

Berdasarkan penghitungan Reuters, jumlah kematian akibat pandemi virus corona secara global telah mencapai lebih dari 800 ribu orang pada Sabtu (21/8).  Amerika Serikat, Brasil, dan India memimpin jumlah kematian tertinggi akibat virus tersebut.

Di sisi lain, Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC bersama sekutunya Rusia melampaui target produksi minyak pada Mei hingga Juli 2020. Negara-negara tersebut pun harus memangkas produksi lebih dari satu juta barel per hari selama dua bulan ke depan sebagai kompensasinya.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait