Harga Minyak Berbalik Turun Usai Terjangan Badai di Teluk Meksiko

Produksi minyak AS diproyeksi kembali pulih setelah badai menerjang Teluk Meksiko. Hal itu menekan harga minyak dunia.
Image title
28 Agustus 2020, 07:45
harga minyak, amerika serikat
KATADATA
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak turun setelah terjangan badai di Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Jumat (28/8) waktu Indonesia. Hal itu karena pelaku pasar memproyeksi produksi minyak Amerika Serikat segera pulih setelah badai melanda Teluk Meksiko dan Louisiana.

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 07.01 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 turun 1,21% menjadi US$ 45,09 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 turun 0,23% menjadi US$ 42,94 per barel.

Adapun badai telah menghantam Louisiana pada Kamis (27/8) pagi waktu setempat dengan angin berkecepatan 240 kilometer per jam yang merusak bangunan, merobohkan pohon, dan memutus aliran listrik ke lebih dari 400.000 orang di Louisiana dan Texas. Gelombang badai kurang dari yang diperkirakan sehingga tak terjadi banjir seperti yang dikhawatirkan.

Sebelumnya, produsen minyak di AS pada Selasa (25/8) menutup 1,56 juta barel per hari (bpd) produksi minyak mentah, atau 84% dari produksi Teluk Meksiko karena badai tersebut. Perusahaan energi itu juga mengevakuasi pekerja dari 310 fasilitas produksi di lepas pantai.

Meski begitu, BP mengatakan bahwa pihaknya sudah bersiap untuk kembali ke fasilitas yang dioperasikan perusahaan di perairan dalam Teluk Meksiko. Hal itu untuk memeriksa potensi kerusakan setelah badai.

Di saat yang sama, fasilitas kilang yang mengelola hampir 2,33 juta bpd minyak mentah menjadi bahan bakar, serta menyumbang sekitar 12% dari pengolahan minyak di AS, masih menghentikan operasinya.

"Di satu sisi, penutupan kilang mengurangi permintaan minyak mentah, tetapi pada saat yang sama produksi Teluk Meksiko ditutup, hampir saling mengimbangi," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (28/9).

Sedangkan, Exxon Mobil Corp mengatakan telah menghubungi para karyawan dari kilang minyak dan pabrik kimia berkapasitas 369.000 barel per hari di Beaumont, Texas, dan mempersiapkan penghitungan awal kerusakan. Pabrik tersebut merupakan salah satu dari enam pabrik di sepanjang baris pengelolaa minyak di Gulf Coast yang ditutup pada pekan ini karena badai.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait