Sebanyak 6.248 Orang Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Jakarta

Jumlah layanan pemakaman dengan protokol Covid-19 lebih besar dibandingkan data pasien yang meninggal akibat virus corona di Jakarta.
Image title
27 September 2020, 11:30
Covid-19, jakarta
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Jakarta mencapai 6.248 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan jumlah layanan pemakanan dengan protokol Covid-19 meningkat pada bulan ini. Adapun, total jenazah yang dikebumikan dengan protokol tersebut dari Maret hingga 25 September 2002 mencapai 6.248 jenazah.

Dari data yang diunggah Pemprov DKI Jakarta di lamah Instagram @dkijakarta pada Sabtu (26/9), tercatat jumlah layanan pemakaman dengan protokol Covid-19 selama Maret 2020 sebanyak 355 jenazah. Kemudian melonjak tajam pada periode April 2020 mencapai 1.241 jenazah.

Angka tersebut kemudian turun pada Mei 2020 sebanyak 875 jenazah. Selanjutnya, turun kembali pada Juni 2020 sebanyak 575 jenazah.

Namun, jumlahnya meningkat lagi pada Juli 2020 mencapai 630 jenazah, dan naik kembali pada bulan berikutnya sebesar 1.183 jenazah. Hingga 25 September 2020 tercatat sebanyak 1.372 jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Data tersebut dihimpun dari pemakaman yang telah dilaksanakan di TPU Pondok Ranggon, TPU Tegal Alur, TPU lainnya di Jakarta, pemakaman tanah wakaf, TPU luar DKI Jakarta, dan kremasi.

Adapun jumlah layanan pemakaman dengan protokol Covid-19 lebih tinggi dari jumlah pasien virus corona yang meninggal dunia. Per 26 September 2020, jumlah pasien yang wafat yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.679 orang.

 

Pemprov DKI Jakarta pun terus meningkatkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat demi memperkecil potensi penularan virus corona. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan pihaknya telah melaksanakan tes PCR sebanyak 10.342 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.289 orang dites PCR pada hari kemarin untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.052 positif dan 7.237 negatif. "Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.257 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 205 kasus dari satu hari sebelumnya yang baru dilaporkan," ujar Dwi dalam siaran pers pada Sabtu (27/9).

Jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.155 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 70.184 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 55.350 dengan tingkat kesembuhan 78,9%. Sedangkan sebanyak 1.679 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,4%, lebih kecil dibandingkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,8%.

Untuk persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,9%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,8%. WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus meindak pelanggaran penggunaan masker, dan pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Masyarakat juga terus diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu menjalankan 3M, yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin. Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Reporter: Febrina Ratna Iskana

Video Pilihan

Artikel Terkait