Sebanyak 44,9 Juta Warga Indonesia Tak Percaya Bakal Tertular Covid-19

Satgas Covid-19 terus mengedukasi masyarakat hingga tingkat keluarga bahwa virus corona merupakan hal yang nyata. Selain itu, pemerintah terus mengampanyekan #Gerakan3M.
Image title
7 Oktober 2020, 15:08
satgas covid-19, covid-19, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Ilustrasi, warga berjalan di dekat mural berisi pesan ajakan menggunakan masker dan replika peti mati COVID-19 di Cikoko, Pancoran, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 menyebut17 persen warga Indonesia percaya tak akan tertular Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat 17 persen warga Indonesia tak percaya akan tertular virus corona. Hal itu menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menekan jumlah kasus di Tanah Air.

Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monarno mengatakan peningkatan kasus positif dan kematian karena Covid-19 di Indonesia semakin banyak, namun masih ada yang tidak mempercayainya. Adapun 17 persen warga Indonesia setara dengan 44,9 juta orang.

"Itu angka yang sangat sangat tinggi sekali. Untuk Gorontalo angkanya relatif kecil 16,56 persen dibandingkan Maluku 29,18 persen dan Sulawesi Utara 27,66 persen," ujar Doni saat rapat koordinasi dengan pemerintah se-Gorontalo seperti dikutip dari Antara pada Rabu (10/7).

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 itu pun menekankan tentang pentingnya edukasi masyarakat hingga level bawah mengenai bahaya virus corona. Beberapa cara yang telah ditempuh pemerintah di antaranya melibatkan semua pihak hingga tingkat RT dan RW, tokoh agama dan tokoh adat pada level kepercayaan dan budaya, orang tua di level keluarga, hingga peran media di skala yang lebih luas.

Lebih lanjut, Doni menyebut pentingnya mematahui protokol kesehatan. Menurut dia, selama vaksin dan obat virus corona belum ditemukan, maka vaksin terbaik saat ini yakni patuh terhadap protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang bisa dijalankan masyarakat yakni meggunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta sering mencuci tangan. "Protokol kesehatan itu tidak sebanding dengan upaya dokter dan tenaga medis yang setiap hari menangani pasien yang terpapar Covid-19," katanya.

 

Empat Langkah Cuci Tangan untuk Usir Virus dan Kuman

 

Dokter Spesialis Paru/Konsultan Intensivist dan Gawat Nafas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta dr. Dewiyana Andari Kusmana, SpP (K) mengatakan protokol kesehatan menjadi langkah utama dan penting pencegahan untuk menangkal virus corona. Dokter yang sudah menangani pasien Covid-19 sejak Maret 2020  itu pun memberikan tip empat langkah mencuci tangan yang benar.

Pertama, telapak tangan yang sudah ditetesi sabun digosok dengan cara memutar sebanyak empat kali. Gerakan memutar itu bertujuan agar sabun di telapak tangan itu menyapu seluruh permukaan tangan hingga bersih.

Kedua, bersihkan punggung tangan dengan gerakan turun naik agar kuman di bagian punggung tersebut hilang.

Ketiga, sela-sela jari tangan dikatupkan lalu gosokkan agar kuman yang terselip di bagian lipatan ini bisa hilang. Setelah itu, diputar dan digenggam.

Keempat, seluruh jari direkatkan posisi ujung kuku berada di atas telapak tangan, lalu digosokkan. Gerakan ini guna membersihkan kuman yang masuk dalam kuku. Dan terakhir membersihkan kuman di sekitar ibu jari.

“Cuci tangan seperti itu akan jauh lebih efektif. Terutama membersihkan kuman dan virus di sela-sela kuku,” kata Dewiyana dilansir dari situs covid-19.go.id pada Selasa (6/10).

Selain mencuci tangan, dia juga menekankan pentingnya penggunaan masker yang menutupi hidung hingga dagu, serta selalu jaga jarak dengan cara menghindari kerumunan. Seluruh upaya tersebut merupakan langkah mencegah penularan Covid-19.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait