Bank Dunia Bakal Gelontorkan Rp 177 T untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Pembiayaan vaksin virus corona dari Bank Dunia difokuskan untuk negara-negara berkembang.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
14 Oktober 2020, 15:48
bank dunia, vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi, fasilitas produksi vaksin COVID-19. Bank Dunia menganggarkan US$ 160 miliar untuk penanganan Covid-19 di negara-negara berkembang hingga Juni 2021.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Dewan Eksekutif Bank Dunia pada Selasa (13/10) menyetujui pendanaan vaksin virus corona sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 177 triliun. Dana tersebut bakal disalurkan kepada negara-negara berkembang untuk membeli dan mendistribusikan vaksin. 

Rencana pembiayaan tersebut merupakan bagian dari anggaran pinjaman sebesar US$ 160 miliar. Pinjaman tersebut diberikan kepada negara-negara berkembang untuk membantu menangani Covid-19 hingga Juni 2021.

Dilansir dari Reuters, Bank Dunia mengatakan program pembiayaan akan mencakup dukungan teknis kepada negara-negara penerima sehingga dapat mempersiapkan pendistribusian vaksin dalam skala besar. Hal tersebut juga memberikan sinyal kepada perusahaan obat untuk mendukung pasokan vaksin C0vid-19 di negara berkembang.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan pada Jumat (9/10) bahwa negara tersebut secara resmi bergabung dengan COVAX. COVAX merupakan inisiatif pengadaan vaksin virus corona yang digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Tiongkok rencananya membantu membiayai vaksin Covid-19 untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak menjelaskan secara rinci nominal yang akan diberikan untuk pengadaan vaksin tersebut.

 

Sebelumnya, Presiden Xi Jinping menjanjikan pemberian dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun selama dua tahun ke depan untuk membantu menangani pandemi corona. "Kami mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi vaksin yang adil, terutama ke negara berkembang, dan berharap negara yang lebih mampu akan bergabung dan mendukung COVAX," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (9/10).

Hua juga mengatakan Tiongkok memiliki kemampuan produksi vaksin Covid-19 yang cukup. Negara tersebut pun bakal memprioritaskan penyediaan vaksin untuk negara-negara berkembang. Adapun fasilitas COVAX yang dipimpin oleh WHO bertujuan untuk memberikan setidaknya 2 miliar dosis vaksin pada akhir 2021.

Vaksin Bukan Satu-satunya Cara Pulih dari Pandemi Corona

 

Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan vaksin merupakan salah satu bentuk intervensi medis untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah pandemi. Agar program itu berhasil, vaksinasi harus diikuti kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan.

"Tanpa kedisipilan masyarakat, upaya penutasan pandemi corona sangat sulit dilakukan," ujar Wiku dalam konferensi pers daring pada Kamis (8/10).

Pemerintah pun telah menetapkan protokol kesehatan dalam #Gerakan3M. Salah satunya menggunakan masker dengan benar, yaitu menutupi hidung dan mulut.

Selain itu, masyarakat harus disiplin menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Terakhir, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

"Perilaku disiplin protokol kesehatan dan konsisten menjalankannya merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan ketahanan kesehatan masyarakat," ujar dia.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait