Lansia Alami Gejala Khas Saat Terinfeksi Covid-19

Lansia justru tidak menunjukkan gejala umum terinfeksi virus corona, seperti batuk, sulit bernafas, dan kehilangan indra perasa dan penciuman.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
15 Oktober 2020, 15:42
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Warga lanjut usia (lansia) di Desa Darungan, Kediri, Jawa Timur, Kamis (28/11/2019). Tenaga medis menyebut lansia tak memiliki gejala umum Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kaum lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) merupakan kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Apalagi gejala umum yang dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbid.

Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Czeresna Heriawan Soejono, mengatakan lansia terkonfirmasi positif Covid-19 tidak memiliki gejala umum infeksi virus corona. Gejala tersebut biasanya berupa batuk-batuk, sesak nafas, atau hilangnya indera penciuman dan perasa.

Menurut dia, justru memiliki gejala Covid-19 yang sangat khas. Beberapa gejala tersebut di antaranya nafsu makan hilang tiba-tiba, terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, dan kesadarannya hilang.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat memberikan perhatian khusus kepada lansia dan komorbid. "Lebih ketat monitoring-nya karena gejalanya khas sekali," ujar Soejono seperti dilansir dari covid-19.go.id pada Kamis (15/10).

 

Kepala Staf Medik Fungsional Pulmonologi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Adria Rusli, mengatakan perhatian keluarga sangat penting bagi lansia dan komorbid untuk menghindari paparan virus corona. Selain itu, lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi lansia dan komorbid.

Dia mencontohkan jika lansia tinggal bersama cucu dan pengasuhnya, maka harus diperhatikan protokol kesehatan orang-orang di sekelilingnya, seperti perawat, supir, hingga pengantar makanan. 

"Kalau sudah kena berat sekali dan tinggi angka kematiannya," ujar Adria.

Perawat di Bagian Geriatri RSUP RSCM Jakarta Eva Rischta Magdalena mengatakan rata-rata pasien lansia dan komorbid terpapar Covid-19 merasa tersisihkan dari keluarga. Pasalnya, pihak rumah sakit memang tidak memperbolehkan kunjungan keluarga di ruang isolasi.

Oleh karena itu, keberadaan perawat memberi dukungan penuh untuk kesembuhan pasien lansia dan komorbid. "Perawat membantu support system dan membantu mengkomunikasikan pasien dengan keluarga melalui teknologi," ujar Rischta.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan lansia di atas 60 tahun dan anggota keluarga yang memiliki penyakit peserta (komorbid) seperti diabetes, jantung, ginjal, paru-paru, dan lainnya rentan tertular virus corona. Bahkan risiko kematiannya mencapai 80-85 persen.

Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Caranya dengan mengunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

Selain itu, dia mendorong masyarakat rajin beribadah sesuai agama masing-masing agar diberi perlindungan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. "Tingkatkan juga imun dengan istirahat yang cukup, olahraga teratur, tidak boleh panik. hati harus gembira, makan makanan bergizi, dan minum vitamin," ujar Doni.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait