Cara Aman Terhindar dari Covid-19 Saat Makan di Restoran

Pengusaha yang menerapkan protokol kesehatan akan memberikan rasa aman bagi konsumen yang makan di restoran.
Dwi Hadya Jayani
Oleh Dwi Hadya Jayani
16 Oktober 2020, 14:39
gerakan 3m, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, psbb, makanan, minuman
ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Ilustrasi, protokol kesehatan di salah satu restoran di Plaza Marina, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). Penerapan protokol kesehatan dapat mencegah penularan Covid-19 saat makan di restoran.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kebijakan tersebut mengizinkan masyarakat makan di restoran atau cafe.

Padahal, riset dari CDC pada bulan lalu mengungkapkan orang yang makan di restoran berpotensi tertular Covid-19. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harmadi juga menyebut ada tiga risiko penularan virus di rumah makan, yaitu risiko rendah jika makan sendiri dan risiko sedang jika makan bersama kelompok kecil atau keluarga.

“Terakhir, risiko tinggi terjadi jika berkerumun lebih dari 5 orang. Tidak menjaga jarak lebih berbahaya,” kata Sonny dalam Webinar Katadata Protokol Kesehatan di Rumah Makan, Jumat 16/10.

Meski begitu, risiko penularan dapat dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan, baik oleh pemilik usaha maupun konsumen. Pelaku usaha pun bisa menjadi garda terdepan mencegah penularan virus di rumah makan. 

Caranya dengan menyiapkan antrean duduk maupun berdiri minimal satu meter antar pelanggan. Selain itu, pengusaha harus menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi makanan sesuai ketentuan, serta memastikan kecukupan proses pemanasan.

Kemudian, pengusaha wajib melaksanakan pembersihan area kerja, fasilitas, dan peralatan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan makanan.  Lalu, menyediakan tempat cuci tangan, melarang pekerja yang sakit untuk bekerja, dan menggunakan alat pelindung diri.

“Rumah makan dan restoran harus didorong untuk sadar menerapkan protokol kesehatan, karena tidak mungkin diawasi,” kata Sonny.

Pemilik Rumah Makan Shabu Hachi Githa Nafeeza pun setuju untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan dia juga menyediakan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen para pengunjung rumah makannya.

“Karena gejala happy hypoxia sudah banyak ya. Itu salah satu usaha kami untuk mencegah orang tanpa gejala masuk ke dalam restoran,” kata Githa.

Menurut dia, penerapan protokol kesehatan justru penting untuk menciptakan kembali kepercayaan dan rasa aman konsumen saat makan di restoran. Hal itu pun terbukti mampu menyelamatkan bisnis rumah makannya di tengah pandemi corona. 

Di sisi lain, konsumen juga perlu menyadari pentingnya protokol kesehatan saat makan di restoran. Pasalnya, kata Sonny, banyak pelaku usaha yang tidak mematuhi hal tersebut.

“Banyak rumah makan yang berada di sektor informal ini perlu pengawasan lebih lanjut lagi,”ujarnya. 

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono menambahkan, penerapan protokol kesehatan menjadi solusi yang efektif menangkal virus corona sebelum vaksin diedarkan. Selain menerapkan 3M, konsumen juga bisa membatasi jam makan di restoran.

“Orang tidak boleh terlalu lama di restoran, idealnya habis makan langsung pulang,” kata Sigit. 

 

 

Reporter: Dwi Hadya Jayani

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait