Inggris dan Tiongkok Akan Pasok Vaksin Covid-19 bagi 70% Penduduk RI

Pemerintah menyiapkan pasokan vaksin dari Tiongkok, Inggris dan dalam negeri.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
16 Oktober 2020, 11:03
vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, kementerian kesehatan, gerakan 3M
123RF.com/Lightfieldstudios
Ilustrasi, vaksin virus corona. Pemerintah menyebut vaksin Covid-19 di dalam negeri bakal siap pada 2022.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah berupaya menyediakan vaksin virus corona bagi seluruh penduduk. Saat ini ada tiga jalur pasokan vaksin, yaitu Tiongkok dan Inggris, organisasi kesehatan internasional, dan produksi Vaksin Merah Putih di dalam negeri.

Pemerintah akan mendapatkan pasokan vaksin dari produsen farmasi Sinovac dan Sinopharm di Cina, serta vaksin AstraZeneca di Inggris. Pemerintah menargetkan pasokan vaksin dari Cina dan Inggris dapat memenuhi kebutuhan minimal 70 persen penduduk. 

Pemerintah juga menggandeng organisasi internasional seperti Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) untuk mendapatkan akses vaksin Covid-19. Kolaborasi antara CEPI dan GAVI diharapkan bisa menjamin penyediaan vaksin bagi 20 persen penduduk.

 Sisanya akan dipenuhi dari pengembangan vaksin Merah Putih. Vaksin dalam negeri diharapkan siap pada awal 2022.

"Sambil menunggu vaksin Merah Putih, kami memanfaatkan kerja sama dengan Tiongkok dan Inggris. Karena vaksin ini perlu dua kali suntik, maka kami perlu atur prioritas pemberian vaksin pada tenaga kesehatan garda terdepan," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dilansir dari Antara pada Jumat (16/10).

 

 

Meskipun begitu, vaksin bukan satu-satunya solusi untuk mencegah penularan Covid-19. Menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, vaksin merupakan bentuk intervensi kesehatan kepada masyarakat.

Menerapkan disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan justru lebih efektif menurunkan risiko penularan sampai 80 persen. Masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumuman, serta mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

"Adaptasi perubahan perilaku memang tidak mudah. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antar elemen masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19, termasuk dalam program vaksinasi yang akan kita hadapi," ujar Wiku.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait